TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran melantik Hengky A Garu sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Timur bersama jajaran pengurus lainnya di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat, 22 Mei 2026.

Pelantikan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan tujuh pengurus DAD kabupaten lain serta empat pengurus Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) tingkat kabupaten se-Kalimantan Tengah.

Usai dilantik, Hengky A Garu menegaskan kepengurusan DAD Barito Timur kini telah sah secara organisasi dan siap menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Dayak di wilayah tersebut.

“Dengan selesainya pelantikan ini, kita bisa memulai perencanaan kerja ke depan, terutama hal-hal yang masuk dalam ranah adat,” ujarnya.

Hengky menambahkan, dalam waktu dekat DAD Barito Timur akan segera membentuk kepengurusan di seluruh kecamatan guna memperkuat koordinasi dan pelayanan adat hingga ke tingkat wilayah.

“Setelah ini kami akan membentuk pengurus di setiap kecamatan dan merencanakan pelantikannya, sehingga roda organisasi bisa berjalan lebih maksimal,” paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya saat pelantikan, Agustiar Sabran yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DAD Kalimantan Tengah menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi dan menyatukan langkah menghadapi berbagai dinamika sosial, budaya dan ekonomi di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, Kalimantan Tengah merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam sekaligus memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama yang harus terus dijaga keharmonisannya.

“Provinsi Kalimantan Tengah adalah wilayah yang kaya, tidak hanya sumber daya alamnya saja, tetapi juga keberagaman suku, budaya, dan agama. Di tengah arus modernisasi dan investasi yang masuk ke daerah, tantangan sosial yang dihadapi semakin kompleks. Oleh karena itu, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, ada tanggung jawab besar untuk menjaga harmoni ini agar pilar-pilar kebangsaan tetap kokoh berdiri,” tegas Agustiar.

Gubernur juga menekankan tiga fokus utama yang harus menjadi roh pergerakan DAD ke depan, yakni penanganan dan pencegahan konflik, penguatan kearifan lokal sebagai instrumen hukum, moral, dan pendidikan, serta peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap kepengurusan DAD dan Batamad kota/kabupaten yang dilantik agar terus solid, berintegritas, dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum,” pesan Gubernur. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)