BORNEONEWS, Palangka Raya – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja ke Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antarinstansi, khususnya dalam upaya pengembangan produk unggulan daerah serta penguatan sektor ekonomi kreatif yang berbasis potensi lokal.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen nyata DPRD Kalteng untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung, dibahas secara mendalam berbagai sektor strategis yang menjadi tumpuan ekonomi Kabupaten Kapuas.
Materi pembahasan mencakup pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelestarian serta pemajuan kerajinan khas daerah, pengembangan potensi kuliner lokal, hingga strategi pengelolaan komoditas sumber daya alam unggulan.
Fokus utamanya adalah bagaimana menjadikan semua potensi tersebut memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan daya saing yang kuat, baik di pasar lokal maupun luar daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menilai Kabupaten Kapuas memiliki kekayaan sumber daya dan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.
Menurutnya, kekayaan alam dan budaya yang dimiliki wilayah ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar apabila dikelola secara maksimal, terarah, dan berkelanjutan.
“Kami melihat Kapuas memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor agar pelaku usaha lokal mampu berkembang dan naik kelas,” ujar Siti Nafsiah, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menambahkan, penguatan sektor ekonomi kreatif dan produk unggulan tidak cukup hanya dengan peningkatan kualitas barang, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemudahan akses terhadap permodalan, serta dukungan promosi yang lebih luas dan masif.
Langkah-langkah ini penting agar produk-produk lokal tidak hanya beredar dan dikonsumsi di pasar daerah saja, melainkan mampu menembus pasar tingkat nasional.
Siti juga menegaskan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan ramah bagi pelaku usaha. Terutama bagi para pelaku UMKM yang dinilai menjadi tulang punggung dan penggerak utama roda perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.
“Sinergi antara Pemprov dan pemerintah kabupaten harus terus diperkuat agar program pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Selain membahas pengembangan produk, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam dunia usaha. Pemanfaatan teknologi informasi dan pemasaran secara daring dinilai menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku usaha saat ini.
Cara ini dianggap efektif untuk memperluas jaringan pemasaran, menjangkau konsumen lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk di tengah pesatnya perkembangan pasar modern.
Komisi II DPRD Kalteng berharap, hasil dari kunjungan kerja dan pembahasan ini dapat menjadi langkah awal yang nyata dalam mempererat kolaborasi antarinstansi.
"Melalui kerja sama yang solid, diharapkan ekonomi daerah dapat tumbuh menjadi lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas," pungkasnya. (PATHUR/H)









