TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Tim gabungan yang terdiri dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Pemerintah Desa Jaweten dan Rimau Group bergerak menimbun jalan nasional berlubang di Simpang Empat Desa Jaweten, Kabupaten Barito Timur, sebagai respons atas keluhan masyarakat yang sebelumnya viral di media sosial, Jumat, 22 Mei 2026.

Penanganan sementara tersebut dilakukan melalui kegiatan gotong royong dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah). Jalan yang berlubang dan kerap dikeluhkan warga itu ditimbun agar arus lalu lintas kembali lancar dan aman dilalui pengguna jalan.

Penanganan jalan nasional di Barito Timur yang terkesan lambat menyebabkan akses Ampah-Tamiang Layang banyak yang rusak, menyempit dan sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Indonesia Asri sesuai dengan instruksi Bapak Presiden. Sasaran kita kali ini adalah penimbunan jalan berlubang di sekitar Simpang Empat Desa Jaweten karena beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial dan menjadi keluhan warga. Ini kita tangani terlebih dahulu sambil kita menunggu pembenahan secara permanen dari instansi terkait,” ujar Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelu, saat memimpin kegiatan tersebut.

Tim gabungan melakukan penimbunan menggunakan material timbunan dan alat berat untuk meratakan serta memadatkn badan jalan. 

"Penanganan lebih lanjut akan dilaporkan secara berjenjang kepada pemerintah provinsi dan Balai Penyelenggara Jalan Nasional (BPJN), mengingat ruas tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat," lanjut Ari Panan.

Kepala Desa Jaweten, Marinus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah turun langsung membantu penanganan jalan nasional tersebut. Ia berharap perbaikan sementara itu dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan.

“Kami dari pemerintah desa dan masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan gotong royong penimbunan jalan ini supaya lalu lintasnya menjadi lancar,” ucapannya.

Selain melakukan penimbunan jalan, pemerintah desa bersama masyarakat juga melakukan penebangan dan pemangkasan pohon-pohon lapuk di tepi jalan guna mengantisipasi potensi bahaya bagi pengguna jalan.

“Selain perbaikan jalan, kami juga akan menebang atau memangkas pohon-pohon di tepi jalan yang sudah lapuk,” tambahnya.

Sementara itu, External Relation Rimau Group, Mahmud Johar, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang rusak dan dikeluhkan masyarakat.

“Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian atas kondisi jalan yang rusak. Dalam kegiatan ini perusahaan menyediakan material timbunan hingga peralatan berat untuk meratakan dan memadatkan timbunan,” ujar Johar.

Johar juga menyampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh unsur yang terlibat dalam gotong royong penanganan jalan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dari pemerintah daerah, TNI, Polri dan Pemerintah Desa Jaweten dalam kegiatan gotong royong ini,” katanya.

Pemerintah daerah menegaskan penanganan lebih lanjut akan dilaporkan secara berjenjang kepada pemerintah provinsi dan Balai Penyelenggara Jalan Nasional (BPJN), mengingat ruas tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. (AGUSTINUS BOLE MALO)