TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Barito Timur berencana menggelar turnamen bertajuk Silaturahmi Pecatur Bartim dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Tamiang Layang pada 13 Juni 2026 mendatang.

Turnamen itu tidak hanya menjadi ajang adu strategi para pecatur lokal, tetapi juga disiapkan sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus menjaring bibit atlet muda potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 di Pangkalan Bun.

Ketua Umum Percasi Barito Timur, Darius Adrian, sebelumnya telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor SK.20/Percasi-Bartim/V/2026 tentang Pembentukan Panitia Turnamen Catur. Melalui kegiatan tersebut, Percasi Bartim ingin membangun kembali gairah olahraga catur di daerah serta mempersiapkan regenerasi atlet secara berkelanjutan.

Ketua Panitia Turnamen, Fajarul Hayat, mengatakan pihaknya tetap berupaya menyelenggarakan kegiatan tersebut meski di tengah situasi efisiensi anggaran. Menurutnya, dorongan dari komunitas pecatur dan semangat panitia menjadi alasan utama turnamen itu tetap digelar.

“Kami sempat ragu melaksanakan even ini karena dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi. Namun berkat dorongan dan antusiasme para pecinta catur serta rekan-rekan panitia, akhirnya kami memberanikan diri untuk tetap melaksanakan turnamen ini,” ujar Fajarul, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menambahkan, panitia sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak ketiga agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan sukses. Saat ini, pendanaan turnamen masih bersifat swadaya dari panitia pelaksana.

“Untuk sumber pendanaan kegiatan ini masih swadaya dari panitia. Kami juga masih membuka bantuan dari pihak ketiga ataupun donatur yang ingin berpartisipasi membantu menyukseskan turnamen ini,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, turnamen akan mempertandingkan kategori umum catur cepat menggunakan sistem Swiss tujuh babak dengan waktu pikir 15 menit ditambah increment lima detik. Kompetisi terbuka untuk seluruh masyarakat Barito Timur tanpa batasan usia, dengan syarat peserta berdomisili di wilayah Barito Timur.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat memperkuat kontingen Barito Timur pada Porprov 2026 mendatang. Percasi Bartim menilai turnamen lokal sangat penting sebagai sarana mengasah mental bertanding dan kemampuan strategi para pecatur daerah.

Di sisi lain, panitia masih berupaya menentukan arbiter atau wasit pertandingan yang akan memimpin jalannya turnamen. Pasalnya, hingga saat ini Barito Timur belum memiliki wasit catur berlisensi resmi yang diakui Komisi Wasit FIDE atau Federasi Catur Internasional.

Fajarul berharap antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut dapat menjadi awal kebangkitan olahraga catur di Barito Timur. Bahkan, panitia berencana menjadikan kegiatan itu sebagai agenda rutin tahunan apabila mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Harapan kami, jika animo masyarakat terhadap turnamen ini baik, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Ke depan kami juga berharap Barito Timur memiliki wasit pertandingan sendiri sehingga tidak perlu lagi menggunakan jasa wasit dari daerah lain,” tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)