KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Di tengah jalan rusak yang makin membahayakan, warga akhirnya memilih cara sederhana untuk menyelamatkan pengendara yakni menanam pohon pisang di tengah lubang.

Pemandangan itu terlihat di Jalan Sumatera, Kuala Kapuas, Jumat, 22 Mei 2026. Batang pisang dipasang tepat di titik jalan yang berlubang parah dan tertutup genangan air, sebagai penanda darurat agar kendaraan tidak terperosok.

Bagi warga sekitar, kondisi jalan itu bukan lagi sekadar rusak biasa. Lubang-lubang besar yang tertutup air membuat pengendara sulit menebak kedalamannya, terutama saat hujan atau menjelang malam hari.

“Ini dalam sekali, mas. Kalau ada yang melewati ini, dalam sebenarnya,” ujar Rey, warga setempat sambil menunjukkan beberapa titik lubang di badan jalan.

Rey bahkan memperlihatkan kedalaman lubang yang mencapai setengah lutut orang dewasa. Permukaan air yang tenang membuat lubang terlihat seperti genangan biasa, padahal cukup berbahaya jika dilintasi kendaraan roda dua maupun mobil bermuatan.

Sebelumnya, sebuah truk bermuatan karung beras juga dilaporkan sempat amblas saat melintasi kawasan tersebut. Warga harus bergotong royong menurunkan muatan agar kendaraan bisa dievakuasi dari lubang jalan.

Kini warga hanya bisa berharap perbaikan Jalan Sumatera yang disebut masuk rencana tahun ini benar-benar segera direalisasikan. Sebab bagi masyarakat sekitar, jalan itu bukan hanya akses penghubung, tetapi jalur penting aktivitas harian yang setiap hari dipertaruhkan dengan risiko kecelakaan. (SABRIANOOR)