PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus berkomitmen menekan angka pengangguran terbuka melalui berbagai langkah strategis dan berkelanjutan.

Upaya ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kota Cantik.

Langkah konkret yang diambil Pemko Palangka Raya adalah dengan menggandeng berbagai sektor industri untuk memperluas ketersediaan lapangan kerja baru.

Melalui Dinas Tenaga Kerja, pemerintah kota aktif memfasilitasi bursa kerja (job fair) secara berkala guna menjembatani para pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja siap pakai.

Selain membuka akses lapangan kerja, Pemko juga fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).

"Berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari bidang otomotif, teknologi informasi, hingga tata boga, digalakkan secara gratis agar para pemuda memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar industri modern," kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Jumat, 22 Mei 2026.

Di sisi lain, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif turut dijadikan pilar utama dalam menyerap tenaga kerja mandiri.

Pemerintah kota memberikan stimulan berupa kemudahan izin usaha, bantuan modal usaha, serta pendampingan bisnis agar masyarakat tidak hanya fokus mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

Akselerasi digitalisasi juga diterapkan untuk mempermudah pemetaan potensi tenaga kerja lokal secara riil dan transparan.

Melalui sistem informasi pasar kerja yang terintegrasi, para pencari kerja dapat dengan mudah mengakses informasi lowongan serta program pelatihan yang sedang dibuka oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan, Pemko Palangka Raya optimistis dapat terus menurunkan tren angka pengangguran secara signifikan.

Langkah terintegrasi ini diharapkan mampu menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. (HENDRI)