BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki perdagangan 2017, sejumlah analis dan pelaku pasar yakin akan terjadi perbaikan pada harga minyak sawit dibandingkan dengan kinerja tahun lalu.
Pada perdagangan Rabu (4/1/2017), terdapat beberapa faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit. Selain melemahnya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS, pergerakan harga minyak nabati pesaing sawit di pasar komoditas global juga akan mewarnai perdagangan minyak sawit hari ini.
Seperti dilansir Reuters, berikut ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju harga minyak sawit. Masih rendahnya volume produksi minyak sawit Malaysia dan menguatnya harga minyak nabati pesaing sawit telah melambungkan harga minyak sawit, yang merupakan kenaikan harian tertinggi dalam sepekan.
Futures minyak sawit untuk kontrak Maret, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, Selasa (3/1/2017), menguat 1,7 persen menjadi 3.163 ringgit ($704) per ton. Sedangkan nilai tukar ringgit melemah 0,1 persen terhadap dolar AS.
Untuk minyak kedelai kontrak Maret, BOv1, di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,9 persen, sedangkan minyak kedelai kontrak Mei di Dalian Commodity Exchange, DBYcv1, turun 0,6 persen. Kemudian, olein sawit untuk kontrak Mei di Dalian, DCPcv1, naik 0,3 persen.
Futures biji kedelai AS ditutup melemah ke level terendah enam pekan, Selasa, yang dipengaruhi oleh prospek membaiknya tanaman kedelai di kawasan Amerika Selatan dan ketidakpastian mengenai permintaan ekspor dari China.
Faktor lain yang bakal mempengaruhi harga minyak sawit adalah pergerakan harga minyak mentah dunia. Sempat tembus level tertinggi dalam sekitar 18 bulan, harga minyak mentah ditutup turun tajam, Selasa.
Pemicu anjloknya harga minyak mentah ini adalah kekhawatiran pelaku pasar akan komitmen OPEC dan produsen minyak besar lainnya untuk memangkas produksi pada awal tahun ini.
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Februari merosot $1,39, atau 2,6%, menjadi $52,33 per barrel di New York Mercantile Exchange.
Menurut data Dow Jones, itu adalah level penutupan terendah sejak 20 Desember 2016.
Pada perdagangan Selasa itu, harga minyak mentah sempat menyentuh level $55,24, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2015.
Sedangkan minyak mentah Brent untuk kontrak Maret di ICE Futures exchange, London, turun $1,35, atau 2,4%, menjadi $55,47 per barrel setelah sempat menyentuh level di atas $58. (NEDELYA RAMADHANI/m)








