BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menilai tantangan sosial di Kalimantan Tengah semakin kompleks seiring masuknya arus modernisasi dan investasi ke daerah.
Hal itu disampaikannya saat pelantikan Dewan Adat Dayak (DAD), Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah, dan Lembaga Bantuan Hukum DAD di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalteng.
Menurut Agustiar, Kalimantan Tengah merupakan wilayah yang kaya tidak hanya dari sisi sumber daya alam, tetapi juga memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama.
Di tengah perkembangan tersebut, ia menilai terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga harmoni kehidupan masyarakat agar pilar-pilar kebangsaan tetap kokoh berdiri.
“Ini momentum krusial untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, menyamakan persepsi dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, ekonomi di Kalimantan Tengah," kata Agustiar Sabran di Palangka Raya, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menegaskan pentingnya menyatukan langkah dan persepsi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yang berkembang di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP)
Modernisasi dan Investasi Picu Tantangan Baru, DAD Diminta Ambil Peran
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Operasi Udara Kalteng Berlanjut: Lima Sortie OMC Tabur 3,7 Ton Dry Ice, Water Bombing di Seruyan Hilir
Pemkab Apresiasi Bantuan Pemprov Kalteng Perkuat Akses Jalan Sepaku-Perigi
Karhutla Kalteng 2026 Tembus 7.007 Kejadian dan 20.247,99 Hektare, Hotspot Oktober Sudah 142.697 Titik
Hotspot Kalteng Turun Hampir Separuh ke 8.048 Titik, Kejadian Karhutla Harian 55 Luas 139,81 Hektare
Agustiar Apresiasi Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Penanganan Karhutla Kalteng
Edy Pratowo Ingatkan Warga Waspada Karhutla dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Komentar (0)
Memuat komentar…







