BORNEONEWS, Kasongan — Guratan kesedihan di wajah Bulik Surip kini telah berganti dengan senyum lebar yang tulus. Perempuan lansia berusia 80 tahun tersebut tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat sejumlah tamu penting mendatangi kediamannya di Desa Mendawai, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan.
Ya pada Jumat, 22 Mei 2026 selepas ibadah salat Jumat, suasana di sekitar rumah baru Bulik Surip tampak lebih hangat dari biasanya.
Rumah yang beberapa waktu lalu ludes terbakar hingga rata dengan tanah, kini telah berdiri kokoh kembali.
Bukan sekadar bangunan fisik, rumah baru ini adalah simbol dari kebaikan hati dan solidaritas tanpa batas dari warga sekitar serta para donatur.
Bulik Surip selama ini hidup sebatang kara. Ketika musibah kebakaran melanda dan menghanguskan seluruh harta bendanya, ia sempat kehilangan tempat bernaung.
Namun, kemalangan itu justru mengetuk pintu hati banyak orang.
Koordinator pembangunan rumah, Udin Rahmadi, menceritakan bahwa proses pendirian kembali rumah ini bersumber sepenuhnya dari uluran tangan para donatur. Warga desa pun tidak tinggal diam.
Mereka bahu-membahu menyumbangkan tenaga dalam sebuah aksi gotong royong yang menyentuh hati.
"Pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong oleh warga. Kami juga mengupah tukang, terutama untuk bagian-bagian tertentu yang memang membutuhkan keahlian khusus," ujar Udin.
Kini, di atas tanah yang sempat menghitam akibat arang, telah berdiri rumah baru berukuran 6 X 8 meter.
Rumah yang cukup lapang untuk seorang lansia tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas yang layak.
Yakni ruang tamu yang nyaman, kemudian kamar tidur, ruang dapur, kamar mandi yang dilengkapi dengan toilet/WC. Lainnya ada fasilitas pompa air bersih.
Tak hanya bangunan fisik, kepedulian warga juga mengalir dalam bentuk perabotan rumah tangga.
Mulai dari alat memasak, tikar, kasur, hingga pakaian layak pakai kini memenuhi rumah baru Bulik Surip agar ia bisa hidup dengan nyaman.
Siang itu, rumah baru tersebut langsung diresmikan melalui tradisi selamatan sederhana yang digelar oleh Bulik Surip sebagai bentuk rasa syukur sebelum ia mendiaminya.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Mendawai, Hamsanudin, didampingi unsur Muspika kecamatan setempat, serta Udin Rahmadi selaku koordinator lapangan.
"Acaranya adalah selamatan rumah yang baru dibangun setelah rumah yang sebelumnya hangus terbakar. Sekaligus juga dilakukan penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh pemerintah kecamatan yang diserahkan langsung oleh Sekcam Mendawai," ungkap Darniansyah, salah seorang warga setempat yang ikut menyaksikan momen haru tersebut.
Bagi Bulik Surip, abu dari kebakaran kemarin memang telah hilang ditiup angin, namun api kepedulian dari warga Mendawai justru akan terus menyala, menghangatkan hari-hari tuanya di rumah yang baru. (ABDUL GOFUR/j)









