BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memperkirakan sebanyak 88 unit Sekolah Rakyat rampung pada Juni 2026.
“Insya Allah akhir Juni selesai. Feeling saya mengatakan sekitar 88 dari target 93 unit gedung baru Sekolah Rakyat itu pembangunan selesai,” ujar Dody dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menjelaskan, hingga Kamis (21/5), progres pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 58 hingga 59 persen.
Meski demikian, Dody mengakui progres pembangunan masih lebih lambat dari target awal. Padahal, sekitar 93 unit Sekolah Rakyat ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk menampung lebih dari 30 ribu siswa baru.
Menurutnya, sejumlah kontrak pembangunan bahkan memiliki jadwal penyelesaian melewati awal tahun ajaran baru.
“Adik-adik harus masuk di tahun ajaran baru Juli 2026. Berarti bangunan harus siap di Juni 2026. Tapi kontrak pembangunannya ada yang selesai di Juli, bahkan ada yang selesai di Oktober,” katanya.
Dody menyebut beberapa daerah dengan progres pembangunan terendah antara lain Singkawang, Cilacap, Dharmasraya, Lombok Utara, dan Brebes.
Sementara daerah dengan progres pembangunan cukup baik di antaranya Sragen, Semarang, Bengkulu, dan Medan.
Meski pembangunan dikebut, Dody memastikan kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
“Kalau kualitas bangunan itu bukan suatu hal yang kita harus korbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas,” tegasnya.
Ia berharap bangunan Sekolah Rakyat dapat bertahan lebih dari 20 tahun.
Menurut Dody, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan sekaligus menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
ANTARA









