BORNEONEWS, Dharmasraya – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, turun drastis hingga Rp750 per kilogram pada Jumat, 22 Mei 2026.
Petani asal Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang, Syahrial (54), mengatakan harga TBS sawit turun dari Rp3.180 menjadi Rp2.430 per kilogram.
“Informasi harga sawit turun kami peroleh dari pengurus KUD tadi malam. Turunnya cukup jauh mencapai Rp750 per kilo hari ini,” ujarnya.
Ia mengaku penurunan harga kali ini cukup mengejutkan karena dalam beberapa tahun terakhir harga sawit biasanya hanya turun sekitar Rp75 hingga Rp100 per kilogram.
“Sekarang kami petani tentu berpikir panjang. Kemarin masih di harga Rp3 ribuan per kilo, sekarang turun drastis,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan petani asal Nagari Padang Laweh, Kecamatan Padang Laweh, Asmanto (38). Ia khawatir jika kondisi tersebut berlangsung lama maka akan memukul ekonomi petani sawit.
“Kalau lama-lama seperti ini, hancur kami petani. Pupuk mahal, pestisida mahal, upah panen juga tinggi,” ucapnya.
Petani berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar harga sawit kembali stabil.
Sementara itu, pemilik timbangan ram sawit di Kecamatan Tiumang, Suherman, mengatakan harga pembelian TBS di tingkat pengepul juga turun sekitar Rp700 per kilogram.
Sebelumnya, kata dia, sawit petani masih dibeli di harga Rp3.200 per kilogram.
Ia mengaku mengalami kerugian belasan juta rupiah karena sempat membeli sekitar 21 ton sawit dengan harga lama sebelum penurunan terjadi.
“Kami rugi karena sudah telanjur beli harga tinggi, sementara sore harinya pabrik tidak menerima lagi,” katanya.
Di sisi lain, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Yefrinaldi, menyampaikan pemerintah daerah telah mengingatkan perusahaan pabrik kelapa sawit agar tidak membeli TBS jauh di bawah harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat.
Menurutnya, Bupati Dharmasraya Annisa juga telah meminta perusahaan tidak memainkan harga pembelian sawit petani.
“Kalau memungkinkan dipanggil, nanti akan kami panggil untuk melihat persoalannya dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
ANTARA









