BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tim SAR Gabungan akhirnya memastikan jasad pria yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Kapuas adalah Roman (41), warga Desa Muara Dadahup. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat, 22 Mei 2026 sore, mengapung sekitar 6 kilometer dari lokasi awal diduga terjatuh dari perahu.
Dari rilis Basarnas Palangka Raya, Sabtu, 23 Mei 2026, pencarian terhadap korban dilakukan di kawasan Sungai Kapuas, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Sebelumnya Roman diketahui pergi mencari ikan menggunakan perahu, namun beberapa jam kemudian warga menemukan perahu korban tanpa keberadaan dirinya.
Koordinator Lapangan Basarnas, Indra, mengatakan korban ditemukan setelah adanya laporan masyarakat yang melihat tubuh mengapung di aliran sungai.
“Pada pukul 15.57 WIB, Tim SAR Gabungan mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa melihat korban mengapung sejauh 6 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian awal, dan selanjutnya korban diserahkan oleh pihak keluarga ke rumah duka,” ungkap Indra.
Operasi pencarian hari kedua sendiri dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Tim SAR Gabungan membagi beberapa sektor pencarian dan memperluas penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kapuas.
Selama proses pencarian, petugas menyisir sungai menggunakan perahu karet dan kelotok warga. Kondisi arus sungai yang cukup deras membuat pencarian dilakukan dengan ekstra hati-hati agar korban segera ditemukan.
Keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai unsur gabungan. Di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangkaraya, Koramil Pulau Petak, Koramil Kapuas Murung, Polsek Kapuas Murung, Polsek Pulau Petak, BPBD Kapuas, Damkar Barito Kuala, BST Kapuas, Balakar 545 Kapuas, ORARI Kapuas hingga masyarakat sekitar.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, yang turut memantau jalannya operasi SAR menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim gabungan di lapangan hingga korban berhasil ditemukan.
“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR terhadap kecelakaan sampan di Sungai Kapuas dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” tutup Alit.
Hingga operasi pencarian dinyatakan selesai, penyebab pasti korban bisa terjatuh dari perahu hingga tenggelam di Sungai Kapuas masih belum diungkap pihak kepolisian. (SABRIANOOR/J)









