KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Katingan, Sabtu, 23 Mei 2026. 

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau langsung progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 23 yang berlokasi di Kasongan, tepatnya di seberang Rumah Jabatan Wakil Bupati Katingan.

Sebelum bertolak ke lokasi proyek, Mensos Saifullah Yusuf terlebih dahulu menghadiri pertemuan di Gedung Salawah, Kasongan. Agenda bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi" tersebut dihadiri oleh para siswa sekolah rakyat, kepala sekolah, guru, wali asuh, serta jajaran pejabat daerah setempat, termasuk Bupati Katingan, Saiful.

Dalam sambutannya, Bupati Katingan Saiful mengapresiasi atas kedatangan Menteri Sosial ke bumi Penyang Hinje Simpei. 

Acara ramah tamah di Gedung Salawah tersebut juga berlangsung semarak dengan penampilan bakat dari para siswa sekolah rakyat. 

Selain menampilkan tarian adat Dayak dan pembacaan puisi, para siswa juga memukau hadirin dengan pidato dalam dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Dalam arahannya, Mensos Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat permanen di 93 titik di seluruh Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 60 titik ditargetkan sudah bisa beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027, termasuk Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Katingan.

Mensos juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Katingan atas komitmen kuatnya dalam mengawal program strategis Presiden di daerah.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bagian krusial dari upaya bersama dalam mengentaskan kemiskinan.

"Ini hal yang sangat penting, terlebih Sekolah Rakyat ini bagian dari upaya bersama-sama mengentaskan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tua dan keluarganya diperdayakan lewat program-program strategis Bapak Presiden. Seperti misalnya rumahnya dibantu supaya layak dihuni, kemudian ikut dalam program pemberdayaan pemerintah, mendapatkan bansos, serta mendapatkan dukungan PBI (Penerima Bantuan Iuran)," ujar Mensos.

Terkait progres pembangunan fisik, Mensos mengaku sangat optimistis bahwa proyek Sekolah Rakyat di Katingan yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari delapan hektar ini akan selesai pada bulan Juni 2026. 

Dengan demikian, fasilitas tersebut bisa segera digunakan untuk proses belajar mengajar sekaligus sebagai tempat tinggal bagi para siswa pada tahun ajaran baru.

"Insya Allah optimis bulan Juni 2026 selesai pembangunannya. Karena pekerja ditambah dan jam kerjanya juga ditambah siang-malam. Ini sudah sesuai dengan target dari Menteri PU," tegas Saifullah Yusuf menutup keterangannya. (ABDUL GOFUR/j)