KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang di Jalan Sumatera, Kuala Kapuas, akhirnya berbuah respons cepat. Sehari setelah viral dan ramai diperbincangkan warga, pihak Dinas PUPRPKPP Kapuas langsung turun melakukan penanganan, Sabtu, 23 Mei 2026.

Sejak pagi, beberapa pekerja terlihat mulai menambal sejumlah titik jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang dan genangan air. Material tambalan diturunkan ke lokasi, sementara kendaraan yang melintas harus bergantian melewati jalur pengerjaan.

Sebelumnya, ruas Jalan Sumatera menjadi sorotan karena kondisinya dinilai membahayakan pengendara. Lubang besar yang tertutup air membuat banyak pengguna jalan sulit memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.

Bahkan warga sempat menanam batang pohon pisang di tengah jalan sebagai penanda darurat agar pengendara tidak terperosok. Cara sederhana itu justru menjadi perhatian banyak orang karena dianggap sebagai “alarm” darurat.

Warga setempat, Rey, mengaku bersyukur karena keluhan masyarakat akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi jalan tersebut memang sudah lama dikeluhkan warga karena sering membahayakan kendaraan roda dua maupun mobil bermuatan.

“Terima kasih atas respons positif terkait jalan berlubangnya,” ucap Rey saat melihat proses penambalan berlangsung.

Beberapa titik yang sebelumnya tergenang air kini mulai ditutup material tambalan. Meski belum menyeluruh, pengerjaan itu setidaknya memberi rasa lega bagi warga dan pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKPP Kapuas, Heni Mariati, sebelumnya juga memastikan Jalan Sumatera masuk dalam rencana penanganan tahun ini bersama sejumlah ruas lainnya di Kuala Kapuas.

“Jalan Sumatera akan ditangani tahun ini, begitu juga Jalan Sulawesi, Kalimantan dan Dahlia,” ungkapnya kepada Borneonews baru-baru ini.

Sebelumnya, sebuah truk bermuatan karung beras juga sempat amblas di ruas Jalan Sumatera hingga warga harus bergotong royong membantu evakuasi kendaraan. Kini masyarakat berharap penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar menjadi awal perbaikan total jalan-jalan yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas warga Kuala Kapuas. (SABRIANOOR/j)