BORNEONEWS, Tamiang Layang – Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran mengajak seluruh masyarakat memperkuat kemandirian daerah melalui optimalisasi potensi lokal, ketahanan pangan keluarga, hingga dukungan terhadap pembangunan yang selaras dengan program pemerintah pusat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Barito Timur Rahmad Isnaini saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Kantor Bupati Barito Timur, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Kalimantan Tengah harus menjadi pengingat pentingnya membangun daerah yang mandiri dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
“Momentum Hari Jadi ini juga harus menjadi pengingat kita, bahwa daerah yang kuat adalah daerah yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Untuk itu, kemandirian daerah perlu terus kita perkuat, dengan mengoptimalkan PAD,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan. Menurutnya, dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI menjadi bagian penting untuk memperkuat pertumbuhan daerah.
“Pembangunan daerah akan lebih cepat, tumbuh lebih kuat, dan maju lebih hebat, apabila pusat dan daerah bergerak seirama,” katanya.
Selain itu, Agustiar mengingatkan bahwa pembangunan memerlukan proses yang tidak singkat karena harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program.
“Kalimantan Tengah harus terus membuktikan diri sebagai daerah kuat. Namun perlu kita pahami, membangun daerah butuh proses,” ucapnya.
Gubernur menambahkan, di tengah tantangan fiskal pemerintah tetap memilih langkah efisiensi anggaran tanpa mengurangi semangat pembangunan.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi semangat membangun. Efisiensi adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat,” tegasnya.
Dalam pidatonya, gubernur juga mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sederhana.
“Tanam cabai, sayur-mayur, buah atau komoditas sederhana yang bisa menopang kebutuhan keluarga. Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas, tapi bisa dimulai dari halaman rumah,” katanya.
Tak hanya itu, Agustiar Sabran turut mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan budaya lokal melalui filosofi Huma Betang.
“Filosofi Huma Betang mengajarkan bahwa rumah besar hanya akan kokoh jika seluruh penghuninya saling menjaga. Menjaga budaya, menjaga persatuan, menjaga lingkungan, dan menjaga masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.
Upacara peringatan Harkitnas dan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Barito Timur, tokoh masyarakat, serta peserta upacara dari berbagai instansi. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









