NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Lamandau kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook viral dan menuai banyak komentar. Akun bernama “Pedaringan” mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan di Poskesdes Tangga Batu, Kecamatan Belantikan Raya baru - baru ini.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menceritakan bahwa dirinya membawa anggota keluarga yang sedang mengalami sakit serius untuk mendapatkan penanganan medis. Namun saat tiba di Poskesdes Tangga Batu, tidak ada tenaga kesehatan yang berjaga.

Karena kondisi fasilitas kesehatan kosong, pasien akhirnya harus dibawa menuju RSUD di Pangkalan Bun demi memperoleh pertolongan medis. Perjalanan jauh itu terpaksa ditempuh karena keluarga khawatir kondisi pasien semakin memburuk.

“Di Nanga Batu tidak ada bidan maupun perawat. Datangnya hanya sebentar, setelah itu sudah tidak ada lagi. Bagaimana perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang sakit,” tulis akun tersebut dalam unggahannya dikutip pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Postingan itu pun langsung mendapat respons luas dari netizen dan memicu kritik terhadap pelayanan kesehatan di daerah pelosok.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat melalui kolom komentar unggahan viral tersebut. Ia juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan yang dikeluhkan warga.

“Mohon maaf atas kekurangan pelayanan dari kami. Akan segera dilakukan perbaikan,” tulisnya pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, Rosmawati, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait video tersebut dan langsung melakukan tindak lanjut dengan meminta klarifikasi dari pihak puskesmas maupun tenaga kesehatan yang bertugas.

Menurutnya, Dinkes juga telah meminta bukti dokumentasi keberadaan petugas di Poskesdes Tangga Batu. Namun hingga kini, pihaknya masih mendalami kapan tepatnya kekosongan pelayanan itu terjadi.

Peristiwa ini memunculkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga memberikan tindakan tegas jika ditemukan adanya kelalaian petugas. Warga juga meminta sistem pelayanan dan jadwal piket tenaga kesehatan di daerah terpencil diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (NATALIA KRISTIN/j)