BORNEONEWS, Palangka Raya - HKm Masoraian terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program bantuan usaha mandiri bagi anggotanya. Kali ini, bantuan berupa mesin parut kelapa diberikan kepada Sri Sutiyawati sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha kecil sekaligus apresiasi atas kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan.
Ketua HKm Masoraian, Gusti Samudera, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memberikan semangat kepada anggota agar terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Menurut dia, penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan warga dan upaya pelestarian lingkungan.
Gusti juga memberikan apresiasi kepada Sri Sutiyawati yang dinilai memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam meskipun tidak terlibat langsung dalam aktivitas pengelolaan hutan. Selama ini, Sri disebut aktif menyuarakan pentingnya menjaga kawasan hutan, khususnya di wilayah Kotawaringin Lama.
“Kami memberikan apresiasi kepada Ibu Sri karena walaupun beliau seorang perempuan dan tidak berkecimpung langsung di hutan, namun beliau ikut berkontribusi menjaga alam Masoraian dengan terus menyuarakan pentingnya kelestarian hutan, khususnya di wilayah Kotawaringin Lama,” kata Gusti dalam rilis SSMS pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menambahkan, program bantuan usaha mandiri tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HKm Masoraian dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Kolaborasi itu diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui bantuan mesin parut kelapa tersebut, Sri Sutiyawati diharapkan dapat mengembangkan usaha pembuatan kue tradisional yang selama ini dijalankannya. Selain meningkatkan efisiensi produksi, bantuan itu juga membuka peluang usaha baru seperti penjualan santan dan parutan kelapa bagi masyarakat sekitar. (TESTI PRISCILLA/j)









