BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menegaskan program jalur berbagi ruang di Kota Palangka Raya tetap akan dilanjutkan meski sempat menuai sorotan akibat cat jalur biru yang cepat memudar.
Menurut Agustiar, program tersebut dinilai penting dalam mendukung penataan kota sekaligus memberikan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan.
Ia menilai, konsep serupa telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah lain sehingga seharusnya juga bisa berjalan baik di Kalteng.
“Program ini tetap dilanjutkan. Di daerah lain bisa berhasil, kenapa di sini tidak bisa? Itu yang harus ditelusuri,” kata Agustiar, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Provinsi Kalteng terkait proyek pengecatan jalur biru tersebut.
Hasil evaluasi nantinya, akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan maupun kemungkinan adanya tindakan terhadap pihak terkait.
“Kalau memang ada pelanggaran atau tidak melanjutkan tanggung jawabnya tentu ada konsekuensi hukum. Tapi kalau alasannya bisa dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku, maka program ini tetap berlanjut,” ujarnya.
Agustiar menambahkan, keberadaan jalur berbagi ruang merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercantik dan menata Kota Palangka Raya agar terlihat lebih modern, tertib dan ramah bagi masyarakat.
Penataan kawasan perkotaan dinilainya, penting untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan sekaligus meningkatkan wajah ibu kota provinsi.
Meski demikian, polemik cat jalur biru yang cepat pudar menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar pengerjaan proyek ke depan dilakukan lebih matang dan berkualitas.
Pihaknya, pun memastikan penggunaan anggaran daerah tetap harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat. (MARINI/j)









