BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Bank Syariah Indonesia atau BSI terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pendidikan melalui Program Ekosistem Pusat Inklusif Keuangan Syariah atau EPIKS.
Pemimpin Cabang Bank Syariah Indonesia KCP Palangka Raya 1, Muhamad Denny Ramadhan mengatakan, perbankan syariah memiliki komitmen untuk mendukung perluasan akses layanan keuangan syariah melalui penguatan ekosistem keuangan di sekolah.
Menurutnya, kehadiran layanan perbankan syariah tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga memastikan seluruh layanan berjalan sesuai prinsip syariah, transparan, dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
“Perbankan syariah hadir tidak hanya untuk memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga memastikan layanan keuangan berjalan sesuai prinsip syariah, transparan, dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” kata Denny dalam rilis OJK Kalteng pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Denny menjelaskan, Program EPIKS menjadi langkah strategis dalam mengenalkan layanan keuangan syariah secara lebih luas kepada pelajar, guru, hingga orang tua di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap Program EPIKS di Hasanka Boarding School menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan layanan keuangan syariah secara lebih masif kepada pelajar, guru, dan orang tua,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan literasi keuangan syariah sejak dini dinilai penting agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, aman, dan sesuai prinsip syariah.
Melalui kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah dan lembaga pendidikan, BSI juga berharap tercipta ekosistem keuangan syariah yang semakin inklusif serta mampu mendukung transformasi digital layanan keuangan di sekolah. (TESTI PRISCILLA/j)









