BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat sinergi dengan PT Bank Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) guna mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Barito Utara, Shalahuddin usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bank Kalteng di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 22 Mei 2026.
“Kami terus mendorong Bank Kalteng untuk meningkatkan kualitas layanan dan mempererat sinergi dengan pemerintah daerah,” kata Shalahuddin, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Kalteng memiliki peran penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui akses permodalan yang mudah, transparan dan tepat sasaran bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Ia menilai, keberadaan Bank Kalteng sebagai bank daerah memiliki posisi strategis dalam menciptakan sistem keuangan yang sehat dan inklusif di Kalimantan Tengah.
Dengan peningkatan layanan perbankan, diharapkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat semakin berkembang, sekaligus membuka peluang investasi dan ekonomi baru di Barito Utara.
“Kami berharap dukungan layanan perbankan yang semakin baik dapat memperkuat UMKM, meningkatkan investasi daerah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Pemkab Barito Utara dalam RUPST tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap arah kebijakan dan strategi pengembangan Bank Kalteng ke depan.
Pemerintah daerah optimistis sinergi yang kuat antara kepala daerah dan Bank Kalteng mampu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang maju dan berdaya saing.
RUPS Bank Kalteng turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran bersama sejumlah kepala daerah di provinsi setempat.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah mengungkapkan dalam RUPST tersebut para pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025 atau senilai Rp184,2 miliar.
Dividen tersebut dibagikan secara proporsional sesuai jumlah saham yang dimiliki masing-masing pemegang saham.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi Bank Kalteng dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Capaian ini merupakan hasil dukungan pemegang saham, kepercayaan nasabah serta kerja bersama seluruh insan Bank Kalteng dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Maslipansyah.
Secara umum, Bank Kalteng mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang 2025. Laba bersih perusahaan mencapai Rp368 miliar atau naik 14,76 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp321 miliar.
Selain itu, total aset Bank Kalteng meningkat dari Rp16,8 triliun pada 2024 menjadi Rp20,4 triliun pada 2025.
Pertumbuhan tersebut juga didukung kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Rp10,7 triliun menjadi Rp13,8 triliun, serta penyaluran kredit yang meningkat dari Rp10,7 triliun menjadi Rp11,7 triliun.









