BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Bank Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) bersama para pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar Rp184,2 miliar atau 50 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Palangka Raya, Jumat, 22 Mei 2026.
Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah mengatakan pembagian dividen dilakukan secara proporsional sesuai komposisi kepemilikan saham masing-masing pemegang saham.
“RUPST Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi Bank Kalteng untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada para pemegang saham,” kata Maslipansyah, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pembagian dividen tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Kalteng dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya digunakan untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
Menurutnya, keputusan para pemegang saham juga mencerminkan dukungan terhadap kesinambungan kinerja perusahaan serta kepercayaan terhadap pengelolaan Bank Kalteng yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.
Pelaksanaan RUPST dihadiri seluruh kepala daerah se-Kalimantan Tengah selaku pemegang saham PT Bank Kalteng.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran selaku pemegang saham pengendali mengapresiasi kehadiran para bupati dan wali kota dalam agenda tersebut.
Ia menilai kehadiran seluruh kepala daerah mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen bersama dalam mendukung penguatan serta pengembangan Bank Kalteng ke depan.
RUPST sendiri merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.
Dalam rapat tersebut, direksi menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja perusahaan selama Tahun Buku 2025, sementara Dewan Komisaris memaparkan pelaksanaan fungsi pengawasan.
Selain menjadi forum pertanggungjawaban perusahaan, RUPST juga dimanfaatkan sebagai wadah strategis bagi pemegang saham untuk memberikan arahan dan masukan demi meningkatkan kinerja Bank Kalteng.









