BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mencatat peningkatan signifikan laporan ular masuk rumah warga selama musim hujan.
Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi mengatakan peningkatan laporan mulai terjadi sejak Februari 2026 seiring tingginya curah hujan di wilayah Sampit dan sekitarnya.
“Kalau sebelumnya rata-rata ada tiga laporan penyelamatan per hari, sekarang bisa mencapai 10 sampai 15 laporan per hari. Khusus ular masuk rumah rata-rata lima laporan per hari, bahkan lebih,” kata Hery Wahyudi di Sampit, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, meningkatnya kemunculan ular di kawasan permukiman disebabkan habitat reptil tersebut tergenang air akibat hujan, sehingga ular mencari tempat yang lebih hangat dan aman untuk berlindung.
Rumah warga yang berada dekat semak, drainase maupun lahan kosong menjadi lokasi yang kerap didatangi ular.
“Karena hewan itu mencari tempat yang hangat, makanya ular masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Disdamkarmat Kotim menyebut Kecamatan Baamang menjadi salah satu wilayah dengan laporan evakuasi ular tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kawasan Wengga Metropolitan yang kini berkembang menjadi area perumahan baru juga cukup sering ditemukan ular, termasuk jenis ular kobra yang memiliki bisa mematikan.
Petugas pemadam kebakaran bahkan beberapa kali melakukan evakuasi ular kobra di kawasan tersebut.
Kemunculan ular diduga berkaitan dengan pembangunan permukiman yang berada di area bekas habitat alami reptil tersebut.
“Di wilayah Wengga Metropolitan cukup sering ditemukan ular kobra. Kemungkinan karena kawasan itu dulunya habitat mereka,” jelas Hery.
Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan yang kurang terawat turut memicu meningkatnya keberadaan ular di sekitar rumah warga.
Tumpukan barang bekas, rumput tinggi hingga saluran drainase yang kotor menjadi tempat favorit ular untuk bersembunyi.
Karena itu, masyarakat diimbau rutin membersihkan halaman rumah dan lingkungan sekitar guna meminimalkan risiko kemunculan ular selama musim hujan.









