PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya atau BEM FKIP UPR menggelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar atau LKMM-TD 2025 sebagai upaya membentuk mahasiswa yang kritis, disiplin, dan siap memimpin.

Kegiatan yang berlangsung di Palangka Raya pada 23 Mei 2026 ini dirancang bukan sekadar agenda seremonial kaderisasi.

LKMM-TD menjadi ruang pembentukan karakter, pola pikir kritis, dan kemampuan manajerial mahasiswa untuk menghadapi kompleksitas tantangan pendidikan serta organisasi kemahasiswaan saat ini.

Gubernur BEM FKIP UPR, Helisman Telaumbanua mengatakan LKMM-TD merupakan fondasi awal dalam menciptakan generasi organisatoris yang hadir dalam tanggung jawab dan pengabdian, bukan hanya aktif secara nama.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya pintar di ruang kelas. Mereka dituntut mampu bekerja sama, berpikir strategis, memimpin forum, dan memiliki keberanian menyampaikan gagasan untuk perubahan,” ujar Helisman Telaumbanua dalam keterangannya pada Minggu, 24 Mei 2026.

Helisman menjelaskan kegiatan ini memiliki empat tujuan utama. Pertama, membentuk mental dan kedisiplinan mahasiswa melalui pemahaman disiplin, loyalitas, tanggung jawab, serta manajemen waktu.

Kedua, mendorong lahirnya mahasiswa yang kritis dan solutif dengan memahami realitas persoalan mahasiswa, pendidikan, dan masyarakat.

Ketiga, menjadikan LKMM-TD sebagai investasi jangka panjang bagi regenerasi organisasi kampus. Keempat, mengingatkan bahwa kepemimpinan lahir dari proses yang ditempa melalui benturan, tantangan, dan pengalaman.

“BEM FKIP UPR menyadari organisasi yang kuat tidak dibangun dalam satu malam, tetapi melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan. LKMM-TD menjadi langkah awal mencetak kader yang mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi dengan integritas, intelektualitas, dan semangat kolektif,” jelasnya.

Helisman menegaskan LKMM-TD 2025 bukan hanya agenda tahunan, melainkan ruang pembentukan generasi muda kampus yang memiliki semangat pengabdian, keberanian berpikir, dan kesiapan memimpin masa depan.

“Hari ini kita tidak hanya melatih kemampuan berbicara atau memimpin forum. Kita sedang membentuk karakter mahasiswa yang siap berdiri di tengah masyarakat, membawa gagasan, dan menghadirkan perubahan,” tutupnya.(TESTI PRISCILLA/R)