PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Stand Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kalteng Expo 2026 yang digelar di Kota Palangka Raya. 

Selain meraih penghargaan sebagai stand terbaik kedua, stand Kobar juga sukses mencatat omzet penjualan produk UMKM hingga Rp155 juta lebih kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) Kobar Fitriyana melalui Sekretaris DisperindagkopUKM Kobar Muhammad Suhendra menyampaikan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsep stand yang dikemas secara menarik dan terintegrasi.

“Pada Kalteng Expo 2026 ini, stand Kobar mengusung konsep 4 in 1 yang memadukan promosi produk UMKM, kerajinan, peluang investasi, hingga seni budaya daerah,” ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, konsep tersebut terdiri dari Kobar Mart, Handicraft Center, Pojok Bisnis, dan Music Traditional Corner.

Kobar Mart menampilkan berbagai produk makanan dan minuman khas Kotawaringin Barat, seperti keripik dan kerupuk, amplang, stik ikan, stik cumi, ikan asin, terasi udang, gula nipah, hingga gula aren. Produk-produk tersebut menjadi daya tarik utama pengunjung selama expo berlangsung.

Sementara itu, Handicraft Center menghadirkan beragam hasil karya pengrajin lokal, mulai dari produk berbahan kayu ulin seperti cobek, sutil, dan talenan, hingga kerajinan purun, keramik, batu kecubung, batik khas Kobar, dan kaos lukis.

“Melalui Handicraft Center ini, kami ingin memperkenalkan hasil kreativitas para pelaku UMKM dan pengrajin daerah agar semakin dikenal masyarakat luas,” jelas Suhendra.

Selain memamerkan produk unggulan daerah, stand Kobar juga menyediakan Pojok Bisnis sebagai sarana promosi potensi investasi dan peluang kerja sama di berbagai sektor di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam pelaksanaannya, pojok tersebut turut didukung oleh DPMPTSP Kobar, Dinas Pariwisata Kobar, serta Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kobar guna memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada investor maupun masyarakat umum.

Tidak hanya itu, pengunjung juga disuguhkan hiburan budaya melalui Music Traditional Corner yang menampilkan musik tradisional khas Kotawaringin Barat berupa musik Pantingan Dambus dan pantun seloka.

Menurut Suhendra, konsep yang memadukan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung maupun panitia penyelenggara Kalteng Expo 2026.

“Alhamdulillah, selain mendapatkan penghargaan stand terbaik kedua, penjualan produk UMKM Kobar juga sangat menggembirakan,” katanya.

Ia menyebutkan, selama pelaksanaan Kalteng Expo sejak 17 hingga 23 Mei 2026, omzet penjualan di stand Kobar mencapai Rp155 juta lebih. 

Adapun produk yang paling diminati pengunjung di antaranya amplang ikan tenggiri dan amplang ikan pipih atau belida, stik tenggiri, stik cumi, kerupuk basah, udang rebon atau papai, serta ikan asin telang.

“Enam produk itu yang mendominasi penjualan di stand Kobar selama expo berlangsung,” tandasnya. (DANANG/J)