BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarbaru – Dara Bungas Sasirangan berhasil membawa kain sasirangan khas Banjarbaru menembus pasar nasional melalui perpaduan motif tradisional dan desain modern tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

UMKM yang berlokasi di Jalan Roma Nomor 11, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara tersebut menjadi salah satu binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Banjarbaru yang konsisten mengembangkan produk sasirangan berciri khas eksklusif dengan sentuhan kekinian.

Pemilik Dara Bungas Sasirangan, Gusti Ida Karyani mengatakan usaha tersebut bermula dari pengalamannya saat mendampingi instruktur pelatihan sasirangan bagi remaja putus sekolah ketika masih bertugas di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.

“Waktu itu saya dipercaya mendampingi instruktur mengajar sasirangan sehingga banyak belajar dari sana. Seiring waktu, teman-teman mulai meminta dibuatkan motif hingga akhirnya sekitar tahun 2018 saya fokus mengembangkan usaha sasirangan,” ujar Gusti Ida di Banjarbaru, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut dia, pengembangan motif dilakukan dengan tetap mempertahankan corak khas Kalimantan Selatan agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya daerah.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah produk sasirangan buatannya diminati berbagai kalangan. Bahkan, kain sasirangan produksi Dara Bungas pernah dikenakan Ma'ruf Amin serta Gubernur Kalimantan Selatan dalam kegiatan di Istana Negara.

Salah satu kekuatan utama Dara Bungas Sasirangan terletak pada konsep eksklusivitas “satu kain satu motif” yang diterapkan pada setiap produknya. Dengan konsep tersebut, tidak ada desain kain yang dibuat sama persis.

“Kalau membeli di tempat kami, motifnya dipastikan berbeda. Itu yang banyak dicari pelanggan karena mereka merasa memiliki kain yang benar-benar khusus,” katanya.

Selain menjaga kelestarian budaya daerah, usaha tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini, Dara Bungas Sasirangan melibatkan sekitar 25 penjahit dan 10 tenaga bordir yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Gusti Ida berharap dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap UMKM lokal terus diperkuat, terutama dalam promosi dan bantuan permodalan agar usaha sasirangan mampu bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku.

Ia juga berharap perkembangan UMKM sasirangan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

ANTARA