BORNEONEWS, Jakarta - Novendra Priasmoro untuk sementara memimpin klasemen kategori Open pada turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 setelah meraih kemenangan penting di babak kelima.
Pecatur senior bergelar Grandmaster dengan elo 2408 tersebut sukses menundukkan Stevanky dalam pertandingan sengit yang berlangsung hingga 65 langkah.
Hasil tersebut membuat Novendra mengoleksi 4,5 victory point (VP) dari empat kemenangan dan satu hasil remis. Raihan poin itu menempatkannya di puncak klasemen bersama Muhamad Lutfi Ali yang juga mengumpulkan 4,5 VP.
“Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik posisinya bahkan hampir remis karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir,” ujar Novendra seperti dikutip dari keterangan PB Percasi, Senin, 25 Mei 2026.
Pada babak keenam, Novendra dijadwalkan menghadapi duel berat melawan rival lamanya sejak kecil, IM Muhamad Lutfi Ali.
Menurut Novendra, Lutfi merupakan lawan yang memiliki gaya permainan ulet dan sulit ditembus.
“Lutfi itu ulet, susah ditembus. Sementara saya tipikal pemain yang suka bermain taktis,” katanya.
Ia mengaku harus tampil lebih sabar dan berhati-hati saat menghadapi pertandingan berikutnya agar tidak melakukan kesalahan yang merugikan.
“Kadang kalau sudah terlalu banyak mengorbankan perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi besok harus ekstra hati-hati,” tambahnya.
Sementara itu, pecatur muda Satria Duta Cahaya mulai memberikan tekanan di papan atas klasemen setelah naik ke posisi keempat sementara.
Duta kini mengoleksi empat poin usai mengalahkan Gelar Sagara Dwitama pada babak kelima.
“Semoga empat babak terakhir bisa memberikan hasil terbaik. Dua babak awal memang remis, tapi tiga pertandingan terakhir untungnya bisa menang,” ujar Duta.
Pada kategori challenger, dua pecatur yakni Abraham Raja Ferdinand dan Sudung Tampubolon masih tampil sempurna hingga ronde kelima.
Keduanya belum menelan kekalahan dan sama-sama mengoleksi lima poin penuh untuk memimpin klasemen sementara kategori challenger.
Turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 juga mendapat perhatian karena diikuti sejumlah pecatur disabilitas. Sebanyak 12 atlet difabel turut ambil bagian dan bersaing bersama peserta umum pada kategori open maupun challenger sesuai elo rating masing-masing.
VP-Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif mengatakan kehadiran atlet para catur menjadi bentuk apresiasi terhadap inklusivitas dalam olahraga catur.
“Kehadiran atlet dengan kemampuan berbeda dari para catur merupakan bentuk apresiasi JAPFA dalam penyelenggaraan kompetisi catur FIDE Rated ini,” ujarnya.
ANTARA









