BORNEONEWS, Istanbul – Pemerintah Amerika Serikat mengklaim telah mencapai kemajuan dalam pembahasan kerangka kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya transit.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan kemajuan tersebut diperoleh melalui perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
“Kemajuan signifikan telah dicapai, meski belum final,” ujar Rubio kepada wartawan di New Delhi, Minggu, 24 Mei 2026.
Rubio menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional dan bukan milik Iran.
Menurut dia, dalam 48 jam terakhir Amerika Serikat bersama negara-negara mitra di kawasan Teluk berhasil membuat perkembangan diplomatik terkait kerangka kesepakatan tersebut.
Ia menyebut apabila kesepakatan tercapai, maka tidak hanya membuka kembali akses Selat Hormuz tanpa pungutan transit, tetapi juga dapat membantu menyelesaikan sejumlah persoalan terkait ambisi program nuklir Iran.
Meski demikian, Rubio menegaskan kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan penuh dari Iran serta pembahasan lanjutan mengenai aspek teknis.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump disebut telah menghubungi sejumlah pemimpin negara Timur Tengah pada Sabtu malam untuk membahas negosiasi dengan Iran.
Trump menyatakan sebagian besar poin kesepakatan telah dirundingkan dan kini tinggal menunggu tahap finalisasi.
“Tujuan akhirnya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” kata Rubio.
Ia menambahkan persoalan program nuklir Iran merupakan isu teknis yang membutuhkan waktu untuk diselesaikan secara menyeluruh.
“Kami lebih memilih menyelesaikan isu ini melalui jalur diplomatik,” ujarnya.
Rubio juga menyebut dunia kemungkinan akan segera menerima kabar positif, khususnya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu/ANTARA









