BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menegaskan bahwa akurasi dan validitas data yang diperoleh melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas utama dalam merumuskan strategi pembangunan daerah untuk jangka panjang.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa instrumen sensus ini bukan sekadar agenda rutin sepuluh tahunan dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Lebih dari itu, hasil akhir dari pendataan ini akan menjadi cerminan rupa perekonomian daerah yang menentukan efektivitas program kerja pemerintah ke depan.
Oleh karena itu Zaini menekankan bahwa faktor kejujuran dari para responden, baik dari kalangan masyarakat umum maupun pelaku usaha, memegang peranan yang paling krusial.
“Data yang diberikan hari ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, pengembangan usaha, peningkatan lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dan merata,” katanya, Senin, 25 Mei 2026.
Ia juga menambahkan bahwa data yang bias atau tidak akurat justru dapat memicu lahirnya kebijakan yang salah sasaran.
Jika pelaku usaha memberikan informasi yang keliru mengenai skala bisnis atau serapan tenaga kerjanya, maka intervensi pemerintah dalam bentuk stimulus ekonomi atau regulasi daerah berisiko tidak mampu menyelesaikan persoalan riil di lapangan.
Melalui Sensus Ekonomi 2026 ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap dapat memperoleh potret utuh mengenai pemetaan sektor-sektor produktif yang memerlukan perhatian khusus.
Dengan basis data yang solid, kebijakan strategis seperti perluasan lapangan kerja dan penguatan daya saing daerah dapat dieksekusi secara lebih taktis dan terukur. (HENDRI/j)
Akurasi Data Sensus Jadi Kompas Utama Penyusunan Kebijakan di Palangka Raya
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







