BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Lonjakan harga ayam ras di Kuala Kapuas mulai memunculkan keluhan warga.
Setelah sebelumnya harga ayam disebut sempat menyentuh Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Iduladha, sebagian masyarakat kini mengaku mulai kesulitan menjangkau kebutuhan tersebut.
Bagi sebagian warga, kenaikan itu dinilai cukup memberatkan, terlebih bagi keluarga dengan penghasilan harian yang pas-pasan.
Johanto, warga Kapuas, berharap ada perhatian dari pihak terkait terhadap kondisi harga ayam yang terus naik dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, harga saat ini sudah terasa berat bagi masyarakat kecil.
“Mohon dinas yg terkait, agar menormalkan harga ayam, karena sudah di luar batas jangkauan orang miskin.. kasihan rakyat kecil yg pas pasan tidak bisa beli ayam, karena mahal,” ucap Johanto kepada Borneonews, Senin, 25 Mei 2026.
Ia mengatakan, kenaikan harga mungkin tidak terlalu dirasakan bagi warga dengan kondisi ekonomi cukup. Namun bagi masyarakat yang hidup dengan penghasilan terbatas, kondisi tersebut justru menjadi beban tambahan menjelang hari besar keagamaan.
“Mungkin bagi yg punya uang berasa ini wajar wajar saja. Tapi bagi yg hidupnnya pas pasan, akan berasa berat,” lanjutnya.
Kondisi harga ayam yang berubah cepat dalam sehari juga membuat sebagian warga bingung. Sebelumnya, pedagang di Pasar Jalan Mawar menyebut harga ayam sempat berada di angka Rp60 ribu per kilogram pada pagi hari sebelum berubah menjadi Rp58 ribu per kilogram saat siang.
Di tengah kondisi itu, warga berharap ada solusi agar harga kebutuhan pokok kembali stabil dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Mudahan besok ada solusi.. Membuktikan Kapuas memang bersinar menyinari kehidupan rakyatnya,” harap Johanto. (SABRIANOOR/R)








