KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Antrean panjang dilaporkan terjadi di penyeberangan feri Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Senin malam, 25 Mei 2026.

Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat berjejer di sepanjang jalur menuju dermaga.

Kepadatan kendaraan disebut mulai terjadi sejak sore hingga malam hari. Antrean bahkan tampak terus bertambah seiring banyaknya pengendara yang memilih melintasi jalur tersebut menjelang Hari Raya Iduladha.

Aan, salah seorang pengendara yang ikut mengantre, mengatakan lonjakan kendaraan memang kerap terjadi saat momen hari besar.

Menurutnya, jalur feri Mandomai menjadi pilihan banyak warga karena dianggap lebih singkat dibanding jalur lain. “Biasa kalau hari besar, Hari Raya pasti sudah begini,” ujar Aan kepada Borneonews.

Selain tingginya volume kendaraan, ia menyebut antrean juga dipengaruhi operasional feri yang hanya berjalan satu unit.

Kondisi itu membuat kendaraan harus menunggu lebih lama untuk menyeberang secara bergantian. “Yang jalan ferinya satu aja pang,” katanya.

Aan mengaku dirinya sudah terjebak antrean sejak sekitar pukul 18.50 WITA. Hingga berita ini ditulis, ia menyebut masih belum berhasil menyeberang. Panjang antrean diperkirakan mencapai lebih dari 500 meter dan masih berpotensi terus bertambah.

Jalur feri Mandomai merupakan salah satu akses vital bagi pengendara lintas kabupaten maupun provinsi karena dianggap dapat memangkas jarak dibanding melintasi jalur Trans Kalimantan via Basarang.

Pada malam hari, tarif penyeberangan disebut mencapai sekitar Rp10 ribu untuk sepeda motor dan Rp50 ribu untuk mobil.

Pengendara yang ingin menghindari antrean panjang disarankan mempertimbangkan jalur alternatif via Basarang. (SABRIANOOR/R)