PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi, dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Enjang Dwi Hapsari, berhasil lolos dalam program “Satu Hari Bersama Gubernur Kalimantan Tengah”.

Program tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah dan hanya memilih tiga peserta terbaik setelah melalui sejumlah tahapan seleksi.

Enjang mengaku ketertarikannya mengikuti program itu berawal dari informasi yang dilihat melalui media sosial.

“Dalam seleksi kami diminta membuat esai sesuai tema pilihan. Saya memilih tema kebudayaan karena dekat dengan keseharian dan latar belakang saya di bidang fashion,” kata Enjang di Palangka Raya, Selasa, 26 Mei 2026.

Dalam esainya, Enjang mengangkat batik benang bintik khas Kalimantan Tengah. Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap batik hanya cocok digunakan dalam acara formal dan terkesan kuno.

Padahal menurutnya, motif khas Kalimantan Tengah memiliki corak sederhana yang terinspirasi dari alam sehingga tetap relevan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui tulisan tersebut, ia juga ingin memperkenalkan batik benang bintik sebagai identitas budaya Kalimantan Tengah yang lebih dikenal luas oleh masyarakat.

“Selama ini kalau mendengar batik, kebanyakan orang langsung teringat motif khas Jawa. Saya berharap batik benang bintik juga semakin dikenal sebagai identitas budaya Kalteng,” ujarnya.

Dalam esainya, Enjang juga menawarkan sejumlah pendekatan untuk mendekatkan budaya lokal kepada generasi muda. Di antaranya melalui media sosial, workshop budaya, kolaborasi dengan sekolah dan komunitas, hingga kelas edukasi budaya.

Menurut dia, penanaman kecintaan terhadap budaya lokal perlu dilakukan sejak dini agar warisan daerah tetap lestari.

Setelah lolos tahap seleksi esai dan masuk 10 besar peserta terbaik se-Kalimantan Tengah, Enjang melanjutkan ke tahap wawancara hingga akhirnya terpilih menjadi satu dari tiga peserta terbaik program tersebut.

Ia berharap program “Satu Hari Bersama Gubernur Kalteng” tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu membuka ruang kolaborasi nyata antara pemerintah dan generasi muda.

“Saya berharap program ini terus berkembang dan memberi dampak lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran mengapresiasi capaian mahasiswi UMPR tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan generasi muda Kalimantan Tengah memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan bersaing dalam berbagai program pengembangan kepemimpinan.

“Program ini penting agar mahasiswa dapat memahami langsung proses pemerintahan, pengambilan kebijakan, dan tantangan pembangunan daerah,” kata Agustiar Sabran.

Ia berharap keterlibatan generasi muda dalam program tersebut dapat melahirkan calon pemimpin masa depan yang memiliki wawasan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.

ANTARA