SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kecamatan Mentaya Hulu menyebut Desa Pantap dan Desa Kapuk, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai teraliri listrik PLN pada Juni 2026. Saat ini progres pembangunan jaringan listrik di dua desa tersebut disebut sudah mencapai tahap akhir.

"Desa Pantap dan Kapuk mudah-mudahan bulan Juni 2026 sudah menyala listrik PLN. Saat ini progresnya sekitar 97 persen, tinggal pemasangan jaringan ke rumah masyarakat," kata Camat Mentaya Hulu Edison, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, warga kurang mampu nantinya juga berkesempatan memperoleh bantuan pemasangan listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari PLN. Karena itu, pemerintah desa diminta aktif mendata masyarakat yang layak menerima bantuan tersebut.

"Nanti warga yang tidak mampu bisa didata oleh kepala desa untuk diusulkan mendapatkan bantuan pemasangan listrik dari PLN," ujarnya.

Edison mengungkapkan, usulan program listrik desa di wilayah tersebut sebenarnya sudah diperjuangkan sejak tahun 2018, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai Camat Mentaya Hulu. Setelah dipercaya memimpin kecamatan, ia melanjutkan upaya tersebut agar masyarakat desa segera menikmati layanan listrik PLN.

Menurutnya, kehadiran listrik PLN akan membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

"Sebelumnya masyarakat masih menggunakan genset pribadi dengan bahan bakar solar yang biayanya cukup mahal. Kalau listrik PLN sudah masuk tentu sangat membantu karena warga tinggal membeli token listrik dan tidak repot lagi," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan listrik juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Pantap dan Kapuk. (DEWI PATMALASARI/j)