BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan sebagian besar kasus kebakaran bangunan di wilayah tersebut masih disebabkan korsleting listrik. Masyarakat pun diminta lebih waspada, terutama terhadap instalasi listrik yang sudah berusia tua.
"Kami mengimbau masyarakat agar secara berkala mengecek jaringan listrik di rumah masing-masing, terutama yang instalasinya sudah lama," kata Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik, Selasa, 26 Mei 2026.
Berdasarkan data Disdamkarmat Kotim, sejak Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 33 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kotim yang mayoritas disebabkan korsleting listrik.
Lanjut Taufik, instalasi listrik yang telah digunakan lebih dari 10 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan, baik pada sambungan kabel maupun stop kontak yang bisa memicu kebakaran.
Salah satu titik rawan pada instalasi listrik lama berada di bagian sambungan kabel, stop kontak, hingga sambungan langsung kabel antarbangunan yang berpotensi memicu gangguan arus listrik.
Selain itu, penggunaan peralatan listrik dengan kualitas rendah juga dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya panas berlebih pada jaringan listrik rumah tangga.
"Kalau panas terus-menerus bisa menimbulkan titik panas yang akhirnya menyebabkan kebakaran," ujarnya.
Taufik menambahkan, masyarakat sebaiknya segera melakukan perbaikan apabila menemukan instalasi listrik yang rusak atau tidak layak pakai agar risiko kebakaran dapat ditekan.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak menumpuk penggunaan alat elektronik pada satu sambungan listrik secara berlebihan karena dapat memicu beban arus tinggi yang berpotensi menyebabkan korsleting. (DEWI PATMALASARI/j)









