SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Hari Raya Iduladha, minat masyarakat di Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya di Sampit, membeli emas semakin meningkat dibandingkan hari biasa, meski harga emas mengalami kenaikan belakangan ini. Lonjakan permintaan emas ini tidak hanya untuk kebutuhan perhiasan, tetapi juga sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Muliana Sari, pelaku usaha Toko Emas Perhiasan Mitra Baru yang berlokasi di Kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, mengungkapkan bahwa sejak tiga hari terakhir terjadi peningkatan signifikan dalam transaksi pembelian emas.

“Jika sebelumnya perbandingan antara warga yang membeli dan menjual emas cenderung seimbang sekitar 50 banding 50, kini volume pembeli lebih mendominasi dengan perbandingan 70 banding 30 persen, " katanya, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia mengungkapkan, kenaikan l pembeli mulai terasa sejak tiga hari terakhir menjelang Iduladha.  Menurut Muliana, model perhiasan yang paling banyak dicari saat ini adalah cincin emas. 

“Ada yang beli untuk berhias, tapi banyak juga yang berhias sekaligus untuk berinvestasi. Emas masih menjadi pilihan populer bagi masyarakat untuk mengamankan nilai keuangan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Di toko tersebut, emas kadar 999 atau emas murni saat ini dijual dengan harga Rp2.450.000 per gram. Harga ini mengalami kenaikan sebesar Rp20.000 dibanding harga sebelumnya. Dalam beberapa pekan terakhir, fluktuasi harga emas tidak terlalu besar, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per gram saja.

Selain itu, emas dengan kadar 750 atau yang biasa dikenal sebagai emas putih dijual seharga Rp2.050.000 per gram, emas kadar 700 dijual dengan harga Rp1.900.000 per gram, dan emas kadar 375 dipatok di kisaran Rp1.100.000 per gram.

“Kenaikan harga emas terbilang stabil dalam beberapa minggu ini. Meskipun demikian, masyarakat tetap antusias membeli emas sebagai bentuk investasi dan pelengkap koleksi perhiasan mereka,” ungkapnya.

Fenomena peningkatan pembelian emas ini menggambarkan peran emas yang tidak hanya sebagai barang berhias namun juga sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, khususnya menjelang perayaan besar seperti Iduladha yang biasanya menjadi momen penting bagi masyarakat dalam bersiap menyambut hari raya dan investasi masa depan. (DEVIANA/Y)