SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menyambut Hari Raya Iduladha 10 Zulhijjah 1447 H/2026 M, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau seluruh umat muslim dan muslimat di daerah tersebut untuk mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketua PHBI Kotim, Sutimin, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pelaksanaan takbir hendaknya diutamakan di masjid atau mushola dengan suasana tertib dan hikmad guna menjaga kekhusyukan ibadah serta penghormatan kepada Allah.

“Kami mengajak seluruh muslim dan muslimat Kotim untuk mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Pelaksanaan takbir sebaiknya dilakukan di masjid dan mushola dengan tertib dan khusyuk sebagai bentuk pengagungan kepada-Nya,” ungkapnya, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa jika masyarakat memilih menggelar takbir keliling di lingkungan masing-masing, maka harus tetap memperhatikan keamanan, ketertiban, serta tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Apabila dilakukan takbir keliling, kami mengimbau agar kegiatan tersebut tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, Sutimin memanfaatkan momentum Iduladha 1447 H/2026 M untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Hari Raya Iduladha menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga keamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Ketua PHBI ini.

PHBI Kotim juga melarang segala bentuk kegiatan yang mengarah pada hura-hura selama perayaan Iduladha, termasuk konsumsi minuman keras, penggunaan petasan, meniupkan terompet, serta pembakaran kembang api.

“Kami melarang keras kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban dan kesucian hari raya seperti hura-hura, minuman keras, petasan, terompet, dan kembang api,” tegas Sutimin.

Selain imbauan kepada masyarakat, pihak PHBI juga meminta camat, lurah, serta aparat desa dan kelurahan untuk mengawasi dan memastikan pelaksanaan perayaan Iduladha berjalan lancar, khidmat, dan aman.

“Kami juga meminta kepada camat, lurah, dan aparat desa untuk serius mengawasi pelaksanaan kegiatan perayaan Iduladha agar berlangsung tertib dan khidmat,” tutup Sutimin.

Dengan pesan dan arahan tersebut, diharapkan perayaan Iduladha di Kotawaringin Timur dapat berlangsung dengan penuh makna, damai, dan tertib. (DEVIANA/y)