BORNEONEWS, Nanga Bulik - Heri Kasiyanto, Direktur Bajurung Raya, salah satu perusahaan daerah (Perusda) Kabupaten Lamandau berjanji mengobati penyakit lama perusahaan. Nama pria yang 29 Desember 2016, dilantik sebagai Direktur Bajurung Raya itu, memang masih terdengar asing pada prosesi Serah Terima Jabatan (sertijab) pejabat eselon II dan III, Rabu (4/1/2016). Tetapi, ia bertekad memberikan yang terbaik atas kepercayaan itu.
Bersama puluhan pejabat lainnya, Heri Kasiyanto hadir mengikuti prosesi Sertijab dari pejabat perusda sebelumnya yakni Loderman, yang selama ini menjadi Plt Direktur Perusda.
Kepada Borneonews, Heri menegaskan, program prioritas yang akan dilakukan Perusda ke depan, segera mengobati penyakit lama yang selama ini diidap Perusda Bajurung Raya. Yaitu, membenahi pola manajerial yang dinilainya cukup semrawut, sehingga menyebabkan perusahaan cenderung stagnan dan jauh dari harapan dapat membantu pendapatan asli daerah dari sejumlah sektor usaha yang selama ini dijalani dan digagas.
"Kita akan benahi manajerialnya, SDM-nya kita satu persepsikan dulu, sehingga internal perusahaan harus benar-benar mengerti dan faham betul apa yang akan kita tuju dan target apa yang harus dicapai," ungkap pria asal Yogyakarta itu.
Hari Kasiyanto, mengakui dalam tahun 2017 ini pihaknya masih akan fokus pada pengembangan unit usaha lama atau yang sudah ada. "Kita akan fokus dulu di unit usaha yang lama, seperti budidaya pisang kepok seluas 30 Ha, kebun sawit seluas 40 Ha, kebun gaharu seluas 2 Ha dan unit usaha pertambangan (stone crusher) atau pemecah batu split."
Ibarat selama ini (unit usaha) sakit, kata dia, kita obati dulu. Selanjutnya baru kita agendakan program yang baru, dan harus terukur. Misalnya, kebun pisang harus dibenahi sistem perawatannya. Kalau harus pemupukan, tentu harus segera. Untuk mesin stone crusher, yang selama ini menggunakan bahan baku batu sungai, ke depan batu gunung. Karena jika tetap memakai batu sungai dijual pun kurang laku.
Heri meyakini, jika unit usaha stone crusher bisa memproduksi batu split dengan kualitas bagus, maka tidak menutup kemungkinan para kontraktor/pemborong, khususnya kontruksi akan membelinya. "Seperti yang kita tahu, banyak kontraktor konstruksi selama ini mengambil atau membeli batu split dari daerah lain, misalnya di kabupaten Kotawaringin Barat."
Sebab itu, kata dia lagi, kalau semua unit usaha yang ada bisa kita kembangkan secara maksimal, perusda bajurung raya akan mampu menjadi salahsatu sumber pendapatan daerah. (HENDI NURFALAH/N).








