BORNEONEWS, Pulang Pisau – Sebanyak 71 peserta binaan Sanggar Budaya Bukit Kahias (SaBaBuka) Kabupaten Pulang Pisau mengikuti uji kompetensi seni tari sebagai bentuk evaluasi kemampuan setelah menjalani proses latihan panjang.
Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk mengukur keterampilan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri para peserta didik dalam bidang seni tari tradisional.
Pembina SaBaBuka, Arum Aisah, mengatakan uji kompetensi ini juga menjadi tahap penting untuk kenaikan tingkat kemampuan para peserta.
“Anak-anak yang telah mengikuti latihan selanjutnya dapat naik tingkat, misalnya dari kelas tari Bahalai ke kelas tari Giring-Giring,” ujarnya di Pulang Pisau, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta keberanian tampil di depan umum.
“Tampil di depan umum dapat membiasakan peserta didik untuk membangun kepercayaan diri dan kesiapan sebelum mengikuti berbagai perlombaan,” tambahnya.
Peserta uji kompetensi ini berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak Taman Kanak-kanak (TK), siswa Sekolah Dasar (SD), hingga peserta yang sudah bekerja. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap seni tari sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.
Bahkan, terdapat peserta berusia lima tahun yang sudah ikut serta dalam kegiatan tersebut, menandakan tumbuhnya kecintaan terhadap seni budaya sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, terdapat empat jenjang kelas tari yang diikuti peserta, yakni tari Bahalai, tari Kiap, tari Giring-Giring, dan tari Dadas. Peserta yang telah memenuhi kemampuan di setiap tahapan berkesempatan naik ke tingkat berikutnya.
Arum berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi anak-anak Pulang Pisau untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi seni daerah.
Ia juga menegaskan pentingnya regenerasi pelaku seni agar budaya lokal tetap terjaga di masa mendatang.
“Anak-anak ini nantinya diharapkan menjadi penerus kami agar seni tari dan budaya daerah tetap terjaga dan terus dilestarikan,” ujarnya.
Namun demikian, SaBaBuka saat ini belum memiliki tempat latihan permanen. Kegiatan sementara masih dilaksanakan di Lapangan Handep Hapakat dan fasilitas olahraga di sekitar kawasan stadion.









