BORNEONEWS, Sampit – Suara rebana bertalu bersahutan dengan lantunan takbir yang menggema di sepanjang Jalan Christopel Mihing, depan Kantor Kecamatan Baamang, Kamis malam. Ribuan warga berdiri memadati sisi jalan, sementara barisan pelajar dan masyarakat didominasi berpakaian putih bersiap membawa obor bambu sepanjang sekitar 50 hingga 70 sentimeter.
Malam itu, Selasa, 26 Mei 2026, Kecamatan Baamang kembali menghidupkan tradisi tahunan Pawai Obor Takbiran Idul Adha, sebuah kegiatan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari semarak malam hari raya kurban.
Ketika bendera panji pramuka mulai dikibarkan dan dua obor utama dinyalakan, ribuan peserta di belakangnya serentak menyalakan api. Cahaya obor pun perlahan membentuk lautan cahaya yang bergerak menyusuri jalanan.
Di tengah lantunan takbir, para peserta berjalan penuh antusias. Beberapa kelompok turut membawa kendaraan hias sederhana berbentuk unta, miniatur Ka’bah hingga replika Al-Qur’an yang menambah semarak suasana malam itu.
Plt Camat Baamang, Yudi Aprianur mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan Kecamatan Baamang bersama Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Baamang.
"Kegiatan malam ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kecamatan Baamang yang mana kegiatannya oleh Kwarran Baamang. Jadi kami kecamatan sangat berterima kasih dengan Kwarran Kecamatan Baamang karena peran aktif mereka sehingga kegiatan ini setiap tahun dapat terlaksana," ujarnya.
Jumlah peserta tahun ini sebanyak 25 kontingen. Peserta berasal dari sekolah, kelurahan hingga kelompok masyarakat umum yang ingin ikut memeriahkan malam takbiran.
"Pada intinya ini sarana syiar Islam bagi masyarakat di Kecamatan Baamang dalam rangka merayakan Idul Adha," katanya.
Pawai obor tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-13 sejak pertama kali digelar. Dari tahun ke tahun, kreativitas peserta terus berkembang dengan berbagai variasi kostum maupun kendaraan hias sederhana.
Yudi menilai semarak pawai obor tahun ini juga dipengaruhi tidak adanya pawai takbiran tingkat kabupaten sehingga masyarakat lebih terfokus mengikuti kegiatan di Kecamatan Baamang.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Baamang, Dadang Siswanto memperkirakan jumlah peserta mencapai lebih dari seribu orang.
"Kalau kita hitung satu regu 50 orang berarti kurang lebih ada seribu lebih total peserta yang mengikuti acara pada malam hari ini," ungkap Dadang.
Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya menjadi media syiar Islam, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan, peserta dan masyarakat. Selain itu, pawai obor juga menjadi hiburan rakyat yang selalu dinanti warga setiap menjelang Idul Adha.
"Terbukti ada 10 ribu pasang mata yang menyaksikan pawai obor pada malam hari," kata Dadang.
Meski jumlah peserta disebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, Dadang memahami kondisi ekonomi masyarakat saat ini turut memengaruhi partisipasi peserta.
"Peserta ini butuh usaha, butuh dandan, yang semuanya tentu perlu mengeluarkan rupiah," ucapnya.
Namun di tengah keterbatasan tersebut, semangat masyarakat untuk menjaga tradisi tetap terlihat kuat. Ribuan warga tetap memadati lokasi dan menikmati iring-iringan obor yang menerangi malam sepanjang Jalan Christopel Mihing, Jalan Suka Bumi, Jalan Walter Condrad, dan Jalan Sari Gading.
Dadang yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut, selama ini pihaknya terus mendorong agar pawai obor tersebut dapat berkembang menjadi agenda wisata religi tahunan tingkat kabupaten.
"Kami bersama Kecamatan Baamang dan di DPRD selalu menyuarakan langsung agar dijadikan wisata rutin, kalender tahunan, wisata religi setidaknya," imbuhnya.
Namun, saat ini daerah sedang dihadapkan dengan efisiensi anggaran. Meski demikian, ia tetap berharap ke depan kegiatan tersebut bisa mendapat dukungan lebih besar sehingga mampu berkembang menjadi salah satu ikon wisata religi di Kotim.
"Tidak menutup kemungkinan seperti di Palangka Raya dan segala macamnya. Jadi menjadi salah satu wisata religi yang memang menarik untuk ditonton," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









