BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Jainudin Karim meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit, Kotim, agar fokus berkonsentrasi untuk mengurangi angka kebocoran.

Hal itu dikatakan Jainudin menanggapi kebocoran pipa utama PDAM di Jalan Christopel Mihing Sampit, Selasa (3/1/2017), hingga mengakibatkan sebagian besar pelanggan, terutama di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, tidak bisa menikmati aliran air bersih atau mati total.

“Kami mengingatkan agar PDAM Sampit lebih fokus mengurangi tingkat kebocoran. Karena kalau dihitung-hitung setiap kebocoran yang terjadi menimbukan kerugian. Bukan hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi PDAM,” ujar dia, Rabu (4/1/2017).

Ditambahkan politisi Partai Gerindra itu, untuk mengetahui letak dimana kebocoran seharusnya dipasang alat tera di aliran pipa PDAM. Hal itu untuk mengetahui dimana titik kebocoran yang terjadi dan penanganannya bisa dilakukan dengan cepat

“Kalau bisa setiap satu kilometer dipasang alat tera. Nanti kan bisa cepat ketahuan di mana bocornya. Selain itu, PDAM ke depan perlu menyiapkan sistem informasi geografi untuk memantau pipa melalui komputer,” cetus Jainudin. (M.RIFQI/B-11)