BORNEONEWS, Sampit – Suasana Hari Raya Iduladha di Masjid Nurul Alif, Jalan H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak tegang saat seekor sapi kurban berbobot sekitar 800 kilogram mengamuk dan sulit direbahkan, Rabu, 27 Mei 2026.
Di tengah terik pagi dan kerumunan warga yang menyaksikan proses penyembelihan, sapi jumbo itu terus meronta ketika panitia mencoba mengikat dan merebahkannya. Tali tambang yang ditarik belasan orang beberapa kali terlihat menegang, sementara tubuh sapi besar itu terus melawan. Beberapa panitia bahkan nyaris kehilangan kendali ketika sapi tersebut berusaha melepaskan diri dari ikatan.
"Sempat ada salah satu sapi kurban yang cukup agresif sehingga sulit direbahkan," ujar Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Nurul Alif, Ahmad Bisri.
Awalnya, panitia mencoba menaklukkan sapi secara manual. Namun tenaga manusia rupanya tidak cukup untuk menjinakkan hewan kurban berukuran raksasa tersebut.
Situasi sempat membuat panitia dan warga sekitar waswas. Selain karena ukuran sapi yang besar, kondisi itu juga dinilai membahayakan keselamatan panitia penyembelihan.
Di tengah kepanikan kecil yang terjadi, seorang jamaah kemudian menawarkan bantuan menggunakan mobil Jeep miliknya. Panitia pun segera memasang winch atau kerekan yang dihubungkan ke tali pengikat sapi.
Perlahan, tubuh sapi mulai tertarik hingga akhirnya roboh ke tanah. Tepuk tangan dan sorak lega warga pun pecah ketika sapi berhasil dikendalikan.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh panitia, proses penyembelihan akhirnya berjalan lancar," tambahnya.
Setelah berhasil direbahkan, sapi tersebut kemudian disembelih sesuai syariat. Hewan kurban itu menjadi salah satu yang paling menyita perhatian dalam pelaksanaan kurban tahun ini di Masjid Nurul Alif.
Secara keseluruhan, masjid tersebut menyembelih tujuh ekor sapi dan tiga ekor kambing. Dua sapi di antaranya merupakan jenis limousin dengan ukuran besar.
Pelaksanaan kurban melibatkan sekitar 60 panitia yang terdiri dari jamaah masjid dan warga sekitar. Sejak pagi, mereka bergotong royong mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging, hingga pembagian kepada masyarakat.
Tumpukan daging kurban terlihat memenuhi area halaman masjid. Warga silih berganti datang membawa kupon untuk menerima bagian daging yang telah disiapkan panitia.
Tahun ini, panitia menyiapkan sekitar 1.200 kupon pembagian daging kurban. Kupon dibagikan kepada para pekurban, jamaah masjid, dan masyarakat sekitar yang berhak menerima.
Bagi warga, momen Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang kebersamaan dan semangat berbagi.
"Mudah-mudahan tahun depan jumlah hewan kurban semakin banyak, sehingga penerima manfaatnya juga semakin luas," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









