BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja operasional segmen perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Peningkatan produksi tandan buah segar atau TBS hingga crude palm oil atau CPO dinilai menjadi hasil dari optimalisasi pengelolaan kebun dan efisiensi proses pengolahan di pabrik.
Direktur Operasional PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Akhmad Faisyal mengatakan, perbaikan kualitas bahan baku dan pengendalian kehilangan produksi atau losses menjadi faktor utama yang menopang capaian tersebut.
“Peningkatan produksi ini merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menjaga kualitas operasional, mulai dari pengelolaan kebun hingga proses pengolahan di pabrik,” kata Akhmad Faisyal dalam keterangan perusahaan baru-baru ini.
Sepanjang 2025, Perseroan membukukan produksi 1.628.452 metrik ton TBS dari kebun inti atau meningkat 4,22 persen dibandingkan realisasi produksi pada 2024. Dari total hasil panen tersebut, SSMS juga mencatat produksi 527.052 metrik ton CPO, 104.130 metrik ton inti sawit, serta 15.379 metrik ton minyak inti sawit.
Menurut Faisyal, peningkatan produksi CPO juga didorong membaiknya kualitas buah yang diolah serta meningkatnya efisiensi pabrik kelapa sawit milik perusahaan.
“Pengendalian losses terus menjadi perhatian utama kami agar hasil produksi dapat lebih optimal,” ujarnya.
Selain peningkatan volume produksi, Perseroan juga mencatat perbaikan tingkat oil extraction rate (OER) menjadi 22,12 persen. Angka tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas pengolahan TBS menjadi minyak sawit mentah.
SSMS sendiri merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berbasis di Kalimantan Tengah dan mengelola puluhan estate perkebunan serta fasilitas pengolahan sawit terintegrasi. (TESTI PRISCILLA/H)









