BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak melalui pemanfaatan Perpustakaan Daerah sebagai pusat kegiatan literasi, sejarah, dan edukasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari usai penandatanganan kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI FKIP Universitas Palangka Raya.
Pihaknya menyambut baik setiap bentuk kerja sama yang melibatkan Perpustakaan Daerah sebagai ruang publik untuk pengembangan pengetahuan dan literasi masyarakat.
“Kami pada prinsipnya menerima kerja sama. Justru kami berharap banyak mitra bisa melaksanakan kegiatan di Perpustakaan Daerah,” ujarnya dalam rilis PBSI kepada Borneonews pada Kamis, 28 Mei 2026.
Kegiatan yang dilakukan tidak harus terbatas pada bidang perpustakaan dan kearsipan, tapi juga dapat berkaitan dengan sejarah maupun dokumentasi penting yang perlu disimpan untuk generasi mendatang.
“Karena kita tidak berbicara untuk lima tahun ke depan saja, tetapi bahkan untuk 50 sampai 100 tahun ke depan. Hal-hal penting itu perlu diarsipkan,” katanya.
Diah berharap sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dapat memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi sekaligus ruang pelestarian pengetahuan di Kalimantan Tengah.
Sementara itu Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI FKIP Universitas Palangka Raya, Alifiah Nurachmana mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)









