BORNEONEWS, Palangka Raya - Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong bersyukur di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah kabupaten masih bisa menyalurkan bantuan sapi kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
“Bahkan jumlah bantuan dari Pemkab Gumas pada tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya, Kamis 28 Mei 2026.
Dia mengungkapkan pada Idul Adha 1446 H, Pemkab Gumas menyalurkan 15 ekor sapi kurban kepada pengurus masjid di daerah setempat. Sedangkan pada Idul Adha 1447 H, jumlah yang disalurkan meningkat menjadi 23 ekor sapi kurban.
Peningkatan jumlah bantuan hewan kurban merupakan wujud kepedulian dan komitmen Pemkab Gumas dalam rangka pembinaan kemasyarakatan, khususnya di bidang keagamaan.
Hewan kurban disalurkan kepada pengurus masjid di sembilan kecamatan yakni Sepang, Mihing Raya, Kurun, Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, Tewah, dan Kahayan Hulu Utara.
Selanjutnya pengurus masjid yang menyalurkan kembali hewan kurban tadi kepada mereka yang membutuhkan, seperti anak yatim, para janda dan duda, kaum duafa, dan lainnya.
Yang menggembirakan, pada Idul Adha 1447 H ini jumlah bantuan sapi kurban dari pemprov juga bertambah dari tahun sebelumnya 10 ekor menjadi 17 ekor.
Ada pula bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto, satu ekor sapi kurban dari H Rasyid atas nama Presiden Prabowo dan Gerindra, 2 ekor sapi kurban dari Golkar, dan lainnya.
Dengan semakin banyaknya sapi kurban yang diterima Gumas, maka diharap semakin banyak pula masjid yang menerima sapi kurban untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak.
“Saya yakin mereka yang dipercaya menyalurkan bantuan akan benar-benar menjaga amanah yang telah diberikan, sehingga tidak ada satupun yang terlewat,” kata Jaya.
Di sisi lain, Bupati Gunung Mas ini juga menilai perayaan Hari Raya Idul Adha di kabupaten setempat relatif unik, karena para penerima bantuan hewan kurban tidak hanya beragama Islam, tetapi juga dari agama lain.
"Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan jauh sebelum Kabupaten Gumas dimekarkan dari Kabupaten Kapuas," kata Jaya.
Dia mengaku mengetahui langsung kebiasaan tersebut karena dirinya besar di Kuala Kurun, Kecamatan Kurun. Saat masih kecil, ia melihat sendiri penerima bantuan kurban saat Idul Adha bukan hanya masyarakat Muslim, tetapi juga umat Kristen dan Kaharingan.
Baginya, praktik berbagi lintas agama ini merupakan wujud kebersamaan dan toleransi yang sudah lama terbangun di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Gumas itu menyebut, keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan dalam menjaga keharmonisan masyarakat, dan nilai toleransi itu harus terus dijaga.
"Saya harap semangat saling menghormati dan berbagi pada momentum Idul Adha dapat terus dipelihara, sehingga kerukunan antarumat beragama di Gumas tetap terjaga dengan baik," katanya.
ANTARA









