PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Realisasi belanja APBN di Kalimantan Tengah hingga 30 April 2026 mencapai Rp7.432,36 miliar. Namun secara tahunan, realisasi ini masih terkontraksi 8,54 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, realisasi Belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp2.202,81 miliar dan tumbuh 36,79 persen dibanding tahun lalu.

Pertumbuhan terutama ditopang tingginya belanja pegawai sebesar Rp1.270,10 miliar atau 37,88 persen dari target.

Selain itu, realisasi belanja modal mencapai Rp314,80 miliar atau 16,56 persen dari pagu dan tumbuh sangat tinggi hingga 824,49 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut didukung pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kalimantan Tengah.

Kementerian Pekerjaan Umum menjadi kementerian dengan pagu terbesar yakni Rp1.977,22 miliar dengan realisasi mencapai Rp365,74 miliar atau 18,54 persen.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dan preservasi jalan nasional serta pembangunan Sekolah Rakyat di empat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

“Belanja K/L juga didorong oleh realisasi Kementerian PU dengan pagu terbesar Rp1.977,22 miliar dan realisasi 18,54 persen untuk pembangunan dan preservasi jalan nasional dan pembangunan Sekolah Rakyat di empat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah,” seperti dikutip dari rilis resmi, Kinerja Perekonomian dan Fiskal Regional Kalimantan Tengah Kemenkeu pada Jumat, 29 Mei 2026.

Belanja APBN juga diarahkan untuk program yang langsung diterima masyarakat. Belanja pendidikan tercatat Rp194,54 miliar, belanja kesehatan Rp35,85 miliar, dan belanja infrastruktur mencapai Rp487,91 miliar.

Secara nasional, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan belanja negara hingga April 2026 mencapai Rp1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen agar daya dorong APBN terhadap perekonomian dapat dirasakan merata sepanjang tahun. (HERMAWAN DP/R)