BORNEONEWS, Palangka Raya – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Lingkungan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng melaksanakan kegiatan pengambilan sampel udara ambien serta emisi dari sumber tidak bergerak di wilayah Kabupaten Murung Raya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin pemantauan dan pengendalian kualitas lingkungan hidup di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan terkini mengenai kondisi kualitas udara di lapangan.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan langkah strategis pengelolaan lingkungan yang tepat sasaran.
“Pengambilan sampel udara ambien bertujuan untuk melihat kualitas udara secara umum yang terhirup oleh masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Sementara itu, pengambilan sampel emisi sumber tidak bergerak ditujukan untuk mengukur limbah gas atau partikel yang keluar dari saluran pembuangan atau cerobong suatu kegiatan usaha atau industri,” ungkap Joni Harta," Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, kedua jenis pemantauan tersebut sangat krusial untuk memastikan bahwa standar baku mutu lingkungan masih berada dalam batas aman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hal ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pencemaran sejak dini agar dapat segera dilakukan penanganan yang diperlukan.
Joni Harta menambahkan bahwa tim teknis dari UPTD Laboratorium Lingkungan telah dibekali peralatan standar dan keahlian yang memadai guna menjamin validitas setiap sampel yang diambil.
Hasil analisis sampel yang dilakukan di laboratorium nantinya akan menjadi rujukan utama dalam evaluasi kinerja lingkungan di wilayah Murung Raya.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan di berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Langkah ini adalah wujud tanggung jawab kami dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menjamin kesehatan dan kenyamanan masyarakat dari dampak buruk pencemaran udara,” tegas Joni Harta. (PATHUR/R)









