BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Umar, remaja asal Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, yang sempat viral di media sosial karena bekerja serabutan demi bisa kembali bersekolah, akhirnya mendapat kepastian untuk melanjutkan pendidikan. Setelah dilakukan penelusuran langsung oleh pemerintah daerah, Umar direncanakan akan bersekolah di SMKN 3 Kuala Kapuas.
Kisah Umar sebelumnya menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam unggahan tersebut, remaja yang tinggal di kawasan Jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Sei Pasah itu disebut tidak dapat melanjutkan sekolah meski memiliki keinginan kuat untuk kembali menempuh pendidikan.
Menanggapi informasi yang beredar, Bupati Kapuas, M. Wiyatno meminta jajaran terkait segera melakukan penelusuran di lapangan, Jumat, 29 Mei 2026. Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh unsur kecamatan, kelurahan, serta pihak pendidikan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Tim kemudian mendatangi kediaman Umar di Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan dialog langsung dengan keluarga guna mengetahui penyebab remaja tersebut tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP.
Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Bupati Kapuas, penyebab Umar tidak bersekolah disebut bukan semata persoalan ekonomi. Dalam hasil penelusuran awal, disebutkan bahwa ibunya tidak mengizinkan Umar melanjutkan pendidikan.
Meski demikian, upaya penyelesaian tetap dilakukan. Tim juga berdiskusi dengan nenek dan kakek sepupu Umar yang selama ini ikut memperhatikan kondisi remaja tersebut. Dari pembicaraan itu akhirnya diperoleh kesepakatan agar Umar kembali melanjutkan pendidikan.
“Atas persetujuan dan jaminan beliau berdua, Umar akan sekolah di SMKN 3 Kuala Kapuas,” demikian isi laporan yang disampaikan kepada Bupati Kapuas.
Selain membuka akses pendidikan, pihak sekolah juga disebut akan memberikan sejumlah dukungan untuk membantu Umar selama menjalani pendidikan. Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, perlengkapan sekolah, pakaian, hingga uang saku.
Penanganan cepat tersebut mendapat perhatian warga yang sejak awal mengikuti kisah Umar di media sosial. Kasus ini sekaligus menunjukkan pentingnya verifikasi lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di balik informasi yang ramai diperbincangkan publik.
Kini perhatian tidak lagi tertuju pada alasan Umar sempat tidak bersekolah, melainkan pada kesempatan kedua yang berhasil ia peroleh. Jika seluruh rencana berjalan sesuai kesepakatan, remaja asal Sei Pasah yang sempat bekerja serabutan demi mengejar pendidikan itu akan segera memulai babak baru sebagai siswa SMKN 3 Kuala Kapuas. (SABRIANOOR/j)









