BORNEONEWS, Moskow – Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan rencana Amerika Serikat terkait penataan ulang kehadiran militernya di Eropa, termasuk kemungkinan pengerahan tambahan pasukan ke Polandia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, penarikan pasukan Amerika Serikat dari Eropa dinilai sebagai langkah rasional yang telah lama tertunda.
Menurutnya, selama beberapa dekade kehadiran militer Amerika di Eropa dilakukan dengan dalih menghadapi ancaman dari Rusia.
“Penarikan pasukan AS dari Eropa merupakan langkah rasional yang sudah lama tertunda untuk menstabilkan situasi militer-politik di kawasan,” ujar Zakharova dalam konferensi pers di Moskow, Kamis, 28 Mei 2026.
Meski demikian, Rusia menilai rencana penataan ulang pasukan tersebut tetap berkaitan dengan strategi Washington terhadap sekutu-sekutunya di Eropa.
Moskow menilai Amerika Serikat mendorong negara-negara Eropa meningkatkan belanja militer dan membeli persenjataan buatan AS sebagai bagian dari kebijakan pertahanan bersama.
Zakharova mengatakan, kebijakan tersebut justru berpotensi memperdalam konfrontasi antara Rusia dan blok Barat serta meningkatkan ketegangan militer di kawasan Eropa.
Ia juga menyoroti kemungkinan pemindahan pangkalan dan pasukan militer AS dari negara yang dianggap kurang mendukung ke negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang lebih sejalan dengan kebijakan Washington, termasuk Polandia.
Menurut Zakharova, penempatan tambahan infrastruktur militer AS di dekat perbatasan Rusia dapat memaksa Moskow mengambil langkah militer-teknis untuk menjaga keamanan nasional.
“Langkah tersebut dapat memicu eskalasi ketegangan militer di Eropa,” katanya.
Selain itu, Zakharova juga menanggapi temuan drone Ukraina yang disebut menggunakan sistem Starlink milik AS di lokasi serangan di Starobilsk pada 22 Mei 2026.
Ia menegaskan, pasukan nuklir strategis Rusia tetap dalam kondisi siaga dan siap menjalankan misi tempur kapan saja jika diperlukan.
“Keandalan pencegahan nuklir Rusia tetap terjamin dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Sumber: Anadolu/ANTARA









