BORNEONEWS, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim menilai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Menurutnya, euforia ajang sepak bola dunia tersebut berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di berbagai daerah.
“TVRI akan menyiarkan langsung Piala Dunia dan seperti biasanya kegiatan nobar akan digelar. Ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian rakyat, khususnya pelaku UMKM,” kata Chusnunia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menyebut kegiatan nobar selama Piala Dunia dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet pedagang makanan dan minuman, warung kopi hingga jasa transportasi.
Selain menjadi hiburan masyarakat, Piala Dunia 2026 juga dinilai dapat memperkuat sinergi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Chusnunia menambahkan, pemerintah telah memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk menggelar nobar tanpa dikenakan biaya lisensi selama kegiatan tersebut tidak bersifat komersial dan telah didaftarkan secara resmi.
“Momentum nobar yang menjamur di berbagai daerah tentu berdampak positif bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Diketahui, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI menjadi pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati mengatakan pelaku UMKM dapat memperoleh lisensi nobar secara gratis.
“UMK kami berikan lisensi gratis, yang penting melakukan pendaftaran,” kata Retno.
Ia menjelaskan, kegiatan nobar nonkomersial tanpa sponsor maupun penjualan tiket tidak dikenakan biaya lisensi.
Menurutnya, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh warung dan pelaku usaha kecil untuk menarik pengunjung selama Piala Dunia berlangsung.
Pendaftaran izin kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dapat dilakukan melalui laman resmi TVRI di https://bolagembira.tvrinews.com.
ANTARA









