JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menambah sebanyak 50 mata pelajaran program keahlian vokasi dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMK/MAK tahun 2026.

Dengan penambahan tersebut, total mata pelajaran pilihan yang tersedia dalam TKA SMK/MAK kini mencapai 69 mata pelajaran.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin mengatakan, penambahan mata pelajaran dilakukan untuk mengakomodasi beragam minat, bakat dan aspirasi karier siswa SMK.

“Untuk tahun ini, kami menambah 50 mata pelajaran pilihan vokasi khusus untuk TKA SMK/MAK,” kata Toni saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati menjelaskan, penambahan tersebut bertujuan mendukung kebutuhan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan maupun menyiapkan karier profesional setelah lulus.

“Harapannya bisa lebih mengakomodasi keragaman bakat, minat, serta aspirasi karier dan studi murid-murid SMK/MAK,” ujarnya.

Dari total 69 mata pelajaran pilihan tersebut, peserta TKA nantinya hanya diminta memilih dua mata pelajaran untuk diujikan.

Selain mata pelajaran pilihan, peserta juga wajib mengikuti ujian Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.

Khusus mata pelajaran Matematika, Kemendikdasmen menyiapkan tiga konteks soal yang disesuaikan dengan rumpun program keahlian masing-masing siswa.

Konteks pertama diperuntukkan bagi siswa rumpun teknik, rekayasa dan kesehatan.

Kemudian konteks kedua ditujukan bagi rumpun akuntansi, bisnis, manajemen dan ekonomi.

Sementara konteks ketiga disiapkan untuk siswa rumpun seni, pariwisata dan pekerjaan sosial.

Beberapa mata pelajaran pilihan yang tersedia dalam TKA SMK/MAK antara lain ekonomi, sosiologi, geografi, sejarah, projek kreatif dan kewirausahaan.

Selain itu, tersedia pula pilihan bahasa asing seperti Bahasa Jepang, Mandarin, Korea, Prancis, Jerman hingga Bahasa Arab.

ANTARA