BORNEONEWS, Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi pendidikan global di bidang sains, teknologi, rekayasa dan matematika (STEM), termasuk dengan Amerika Serikat.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie mengatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, salah satunya Sekolah Garuda.
Menurut Stella, program tersebut berhasil meningkatkan jumlah siswa Indonesia yang diterima di universitas terbaik dunia, termasuk perguruan tinggi di Amerika Serikat.
“Kami senang menyampaikan bahwa jumlah penerimaan meningkat sangat besar. Pada 12 Sekolah Garuda terjadi peningkatan hingga 150 persen jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dunia,” ujar Stella dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Selain memperluas akses pendidikan global bagi siswa, Kemdiktisaintek juga berupaya memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah melalui program lokakarya serta studi banding ke sekolah-sekolah di Amerika Serikat.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan pendidikan internasional sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.
Stella juga membuka peluang bagi guru tamu maupun lulusan terbaik perguruan tinggi Amerika Serikat untuk mengajar di Sekolah Garuda.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong pertukaran pelajar dan kunjungan studi internasional sebagai bagian dari penguatan pendidikan global.
“Kami sangat terbuka untuk mengembangkan program seperti TeachUSA khusus untuk Sekolah Garuda,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan menghadirkan empat Sekolah Garuda baru serta sejumlah sekolah transformasi yang terbuka menerima pengajar internasional.
Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat, Petter M. Haymond menyatakan dukungannya terhadap perluasan akses pendidikan unggul di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, pihak Kedubes AS telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah di Amerika untuk memperkenalkan program Sekolah Garuda melalui lokakarya daring maupun kunjungan langsung.
Kemdiktisaintek dan Kedubes AS juga menyoroti pentingnya sinkronisasi jadwal seleksi Beasiswa Garuda dengan proses penerimaan perguruan tinggi di Amerika Serikat.
Langkah tersebut dinilai penting agar mahasiswa Indonesia tidak kehilangan kesempatan melanjutkan studi akibat keterlambatan kepastian pendanaan.
ANTARA









